Putri Nabila Ramadhan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTAK BUDAYA TIONGHOA-ISLAM DALAM ARSITEKTUR MASJID BABAH ALUN: VISUALISASI DAKWAH MULTIKULTURAL SEBAGAI INTERAKSI AWAL Putri Nabila Ramadhan; Saepullah, Saepullah
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 2 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i2.6029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana visualisasi dakwah di Masjid Babah Alun berperan sebagai bentuk interaksi budaya dalam masyarakat multikultural. Dengan menggunakan teori Race Relation Cycle, penelitian ini berfokus pada tahap “kontak” sebagai fase awal terjadinya perjumpaan antara kelompok berbeda budaya yang menciptakan ruang interaksi sosial dan spiritual. Masjid Babah Alun menjadi representasi menarik karena berada pada persilangan budaya Tionghoa dan Islam yang melebur dalam ekspresi visual dakwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pengelola masjid, guru, siswa, serta masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menyoroti tiga unsur utama tahap kontak, yaitu kontak primer dan sekunder, konflik persaingan impersonal, serta ambisi kolektif. Hasil temuan memperlihatkan bahwa simbol-simbol visual pada arsitektur masjid, seperti ornamen Tionghoa, penggunaan warna merah, dan kaligrafi bergaya aksara Cina, tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetik, tetapi juga menjadi medium komunikasi lintas budaya. Meskipun sempat menimbulkan rasa asing di kalangan jamaah, unsur tersebut justru menghasilkan dialog sosial yang memperkuat toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Ambisi kolektif dari komunitas sekolah dan masyarakat sekitar mencerminkan kesadaran bersama untuk menjadikan masjid sebagai ruang dakwah inklusif, tempat perjumpaan budaya yang damai dan sinergis. Secara teoritis dan praktis, penelitian ini memperkaya khazanah studi komunikasi dakwah dan sosiologi budaya melalui pemahaman bahwa visualisasi dapat menjadi media dakwah nonverbal yang efektif, adaptif, serta menggambarkan nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.