Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterampilan Interpersonal dalam Negoisasi Ramadani, Mutiara Rahayu Oktri; Robain, Wilchan; Ramadhani, Nabila Suci; Surbakti, Farhan Yananda; Deska, Fifi; Novita, Nazwa
Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital Vol. 2 No. 4 (2025): November : Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jumabedi.v2i4.1028

Abstract

Negotiation is a strategic communication process in which multiple parties work to reconcile differences and reach mutually beneficial agreements through the exchange of information, interests, and viewpoints. Although traditional theories emphasize analytical elements such as developing a BATNA, crafting offer–counteroffer strategies, and employing persuasive framing, recent research underscores the growing importance of interpersonal competencies in shaping negotiation success. Through a qualitative literature-based approach, this study explores how empathy, assertive communication, and emotional regulation influence negotiation outcomes, examines their relevance in digital negotiation environments, and proposes an integrated training framework for professionals and entrepreneurs. The findings reveal that empathy strengthens a negotiator’s ability to interpret emotional cues, identify underlying concerns, and build trust, thereby minimizing miscommunication. Assertive communication supports clear expression of interests and boundaries while maintaining respect, which enhances collaborative problem-solving. Emotional regulation promotes composure and cognitive flexibility, particularly in high-pressure interactions. In technology-mediated negotiations conducted via email, messaging platforms, or virtual meetings, these skills must be adapted due to limited physical cues and higher risk of misinterpretation, requiring explicit wording and intentional emotional management. The proposed model incorporates empathy training, assertive communication development, emotional regulation practices, and digital negotiation skills to cultivate adaptive and emotionally intelligent negotiators.
Memahami Dan Mengelola Generasi Z Peran Critical Thinking dalam Mengatasi Resistensi Terhadap Perubahan Organisasi Novita, Nazwa; Riswan Steven Mangaputua Simorangkir,, M. Chaerul Rizky, Raffly Firmansyah Putra, Ravenska Anindia,; Sitanggang, Saut Maruli Tua
YUME : Journal of Management Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v8i3.10979

Abstract

Di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, Keterampilan 4C (Communication, Collaboration, Creaticity, dan Critical Thinking) memiliki peran utama dalam pengembangan kompetensi Generasi Z. Namun, di antara keempat keterampilan tersebut, keterampilan berpikir kritiis memiliki peran paling signifikan dalam membantu generasi Z menghadapi kompleksitas dan perubahan yang cepat. Teknologi yang berkembang pesat dan perubahan juga menuntut Generasi Z untuk berpikir kritis karena mampu membantu dalam memahami dan mengeavulasi informasi serta tantangan dan pengambilan keputusan yang tepat dalam situasi yang beragam. Sedangkan perubahan adalah hal yang lumrah terjadi kapanpun.Maka dari itu, diperlukannya hal yang dapat mengatur perubahan tersebut agar menjadi lebih terorganisir dan mencapai tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan. Hal itulah yang disebut Manajemen Perubahan. Dalam perubahan pasti terjadi penolakan baik secara individu maupun kelompok dalam sebuah organisasi atau perusahaan.Dibutuhkannya manajemen resistensi yang terjadi didalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran berpikir kritis dalam mengatasi resistensi terhadap perubahan organisasi sebagai bagian integral dari manajemen perubahan organisasi. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi bahwa berpikir kritis berkontribusi signifikan dalam mengatasi resistensi terhadap perubahan organisasi. Studi ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis memungkinkan organisasi untuk merespons perubahan secara lebih efektif dan menghasilkan solusi inovatif  yang relevan dengan perkembangan yang ada. Kesimpulan dari penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam organisasi untuk mendukung keberlanjutan dan daya saing di era perubahan yang dinamis.      Kata Kunci : Manajemen, Perubahan, Resistensi, Generasi Gen Z