Shiekha, Salsabila Davina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ingatan Kolektif dan Diskriminasi Etnis 1965 dalam Novel Dari Dalam Kubur: Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann Shiekha, Salsabila Davina; Endrayanto, Nanang
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12175

Abstract

Novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggambarkan pengalaman penyintas tragedi 1965 serta diskriminasi etnis Tionghoa di Indonesia. Melalui kisah tokoh-tokohnya, novel ini menyoroti persoalan trauma, ingatan, dan ketidakadilan yang dialami kelompok yang terpinggirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi ingatan kolektif penyintas tragedi 1965 dan diskriminasi etnis Tionghoa dalam novel Dari Dalam Kubur dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan objek material berupa novel Dari Dalam Kubur dan objek formal berupa representasi ingatan kolektif penyintas serta diskriminasi etnis Tionghoa sebagaimana terefleksikan dalam teks. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis melalui empat tahap: pembacaan struktur teks, pencarian homologi dengan struktur sosial, identifikasi subjek kolektif, serta interpretasi pandangan dunia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dalam novel mengalami dilema antara mengingat dan melupakan, yang mencerminkan kondisi nyata penyintas yang dipaksa bungkam. Diskriminasi terhadap etnis Tionghoa ditampilkan sebagai kebijakan negara yang menindas dan diperkuat oleh segregasi sosial. Pemilihan pendekatan strukturalisme genetik didasarkan pada kemampuannya menjembatani karya sastra dengan konteks sosial-historis. Teori ini lebih diterima karena tidak hanya menelaah struktur teks, tetapi juga mengungkap homologi antara novel dan realitas penyintas, sehingga pandangan dunia kolektif dapat diidentifikasi secara lebih komprehensif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa novel Dari Dalam Kubur merepresentasikan pandangan dunia penyintas: ingatan sebagai perlawanan, dan identitas sebagai martabat yang harus dipertahankan.
Collective memory and ethnic discrimination in Soe Tjen Marching’s Dari Dalam Kubur: A genetic structuralism analysis Shiekha, Salsabila Davina; Nanang Endrayanto
EnJourMe (English Journal of Merdeka) : Culture, Language, and Teaching of English Vol. 10 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/enjourme.v10i2.16474

Abstract

Soe Tjen Marching’s Dari Dalam Kubur portrays the experiences of survivors of the 1965 tragedy and the ethnic discrimination faced by Chinese Indonesians. Focusing on trauma and memory, this study examines how the novel represents survivors’ collective memory and state-driven discrimination through the lens of Lucien Goldmann’s genetic structuralism. Using qualitative textual analysis, the study reveals a persistent tension between remembering and forgetting, reflecting the enforced silence imposed on survivors. Discrimination against Chinese Indonesians is depicted as systematic oppression reinforced through social and institutional segregation. The findings demonstrate how literary narratives function as sites of collective memory by establishing homological relationships between textual structures and socio-historical realities. The study concludes that Dari Dalam Kubur articulates a collective worldview in which memory operates as a form of resistance and identity functions as a source of dignity.