Nurul Zaman
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Krisis Spiritualitas Siswa di Era Digital: Pembelajaran PAI Reflektif Sebagai Solusi Penguatan Kompetensi Iman dan Akhlak. Siti Patimah; Dika Merlianda; Nurul Zaman
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 6 (2025): December: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i6.1612

Abstract

The spiritual crisis among students in the digital age is increasingly evident through a decline in interest in worship, low moral awareness, and an increase in individualistic lifestyles that affect the formation of faith and moral competence. This condition requires the development of Islamic Religious Education (IRE) learning that is not only oriented towards cognitive understanding, but also fosters a deep spiritual awareness among students. This study aims to analyze the role of reflective-based PAI learning as a solution in strengthening students' faith and moral competence amid digital challenges. The method used is library research by examining books, curriculum policies, and relevant national and international journal articles over the last ten years. The results of the study show that the reflective approach, through activities such as muhasabah, personal journals, value dialogues, and tadabbur experiences, is able to increase self-awareness, faith appreciation, and strengthen social morals more effectively than conventional learning, which is one-way and teacher-centered. In addition, the integration of reflective values has been proven to support the achievement of basic PAI competencies as mandated in KMA No. 183/2019, especially in the spiritual and affective domains. These findings imply that PAI learning in the digital age needs to adopt a more participatory, contemplative, and experience-based design in order to foster character building.
Kesulitan Memahami Konsep Akidah di Kalangan Siswa: Media Pembelajaran Islami Berbasis Animasi Sebagai Solusi Efektif dalam Menjelaskan Materi Abstrak Ahmad Fauzi Hasibuan; Mhd Adi Wahana; Suhut Parlindungan Daulay; Nurul Zaman
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 6 (2025): December: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i6.1678

Abstract

This study aims to analyze the difficulties experienced by students in understanding abstract concepts in Islamic creed (akidah) and to evaluate the effectiveness of Islamic-based animation learning media as an innovative and interactive solution. The research employs a qualitative Classroom Action Research (CAR) approach, conducted in two learning cycles using observation, interviews, documentation, and questionnaires as data collection techniques. The implementation of Islamic animation learning media demonstrated a significant improvement in students’ conceptual comprehension. The results indicate that the average understanding score increased from 35.25% in the preliminary stage to 89.25% after the final cycle, showing a substantial rise in students’ achievement levels. In addition, students’ enthusiasm, motivation, and active participation in classroom activities increased markedly when learning materials were presented through animated visualization rather than conventional lecture-based instruction. Expert validation confirmed that the developed instructional media meets pedagogical, didactic, and visual quality standards, and responses from teachers and students revealed positive perceptions regarding the relevance and attractiveness of animation-based learning. The findings highlight that Islamic-based animation learning media serves as an effective educational tool capable of simplifying and concretizing abstract theological concepts, enabling learners to construct deeper understanding through visual and contextual illustration.Therefore,the study recommends the broader application of animation-based Islamic instructional media in akidah education to enhance comprehension, engagement, and learning outcomes in schools.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Fiqih dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik: Studi Literatur Alya Nur Affifah; Bagas Agamy Bakti; Firza Alkhairi; Miftahul Jannah; Nurul Zaman
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 6 (2025): December: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i6.1696

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in Fiqh subjects and how its application affects the improvement of students' understanding. Using the library research method, this study reviews various recent literature in the form of scientific articles, accredited journals, academic books, and relevant policy documents. The results of the study show that the Merdeka Curriculum is conceptually aligned with the principles of Islamic education, especially in terms of character development, freedom of learning, and student-centered learning. However, the implementation of this curriculum in Fiqh learning still faces a number of challenges, such as teachers' limited understanding of the new curriculum approach, a lack of project-based contextual teaching materials, and difficulties in conducting authentic assessments on aspects of worship and morals. Technical challenges such as the availability of facilities and access to technology also hamper the effectiveness of learning. This study emphasizes the need for continuous teacher training, the development of open-access learning resources, and improved infrastructure support in order to strengthen the implementation of the Merdeka Curriculum. Overall, this curriculum has significant potential to improve students' understanding of Fiqh if it is supported by appropriate and collaborative implementation strategies.
Dampak Pembelajaran PAI Berbasis Proyek terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik Rahma Alya; Siti Khoriah Fitriyani; Nurul Zaman
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.496

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di abad ke-21 dituntut tidak hanya berfokus pada capaian kognitif, tetapi juga pada pengembangan kemampuan peserta didik dalam mengelola dan mengarahkan proses belajar secara mandiri. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) dinilai mampu memenuhi tuntutan tersebut dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan pembelajaran PAI berbasis proyek terhadap kemandirian belajar peserta didik pada tingkat sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada peserta didik kelas VIII serta guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan aspek kemandirian belajar, termasuk inisiatif dalam belajar, kemampuan mengatur waktu, tanggung jawab dalam penyelesaian tugas, serta keberanian dalam mengambil keputusan. Selain itu, peserta didik menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mempresentasikan hasil pembelajaran dan kemampuan melakukan evaluasi diri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berbasis proyek mampu membentuk proses belajar yang lebih aktif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan karakter mandiri dalam konteks religius. Model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara berkelanjutan.
“Efektivitas Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Online Interaktif dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Pembelajar” Musthafa Rahman; Husen Firdaus; Paras Rindwianto; Sendi; Nurul Zaman
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.476

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas penggunaan aplikasi pembelajaran online interaktif dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam. Seiring berkembangnya lingkungan pembelajaran digital, platform interaktif yang menyediakan konten multimedia, kuis real-time, aktivitas gamifikasi, serta ruang diskusi kolaboratif berpotensi mengubah pengalaman belajar tradisional. Penelitian ini menelusuri bagaimana fitur-fitur teknologi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman pembelajar dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam. Menggunakan pendekatan metode campuran, data diperoleh melalui kuesioner, observasi pembelajaran, dan wawancara untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai pengalaman pembelajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pembelajaran online interaktif secara signifikan meningkatkan minat belajar dengan menyediakan konten yang dinamis, umpan balik instan, serta fleksibilitas pembelajaran yang mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar. Siswa menunjukkan partisipasi yang lebih tinggi, fokus yang lebih baik, dan antusiasme yang lebih kuat ketika menggunakan alat pembelajaran interaktif dibandingkan metode konvensional. Meskipun terdapat tantangan seperti ketidakstabilan internet dan tingkat literasi digital yang beragam, dampak keseluruhan tetap positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi pembelajaran online interaktif merupakan strategi efektif untuk meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam, selama pendidik mengintegrasikan teknologi secara bermakna dan merancang pembelajaran yang menarik.