Masih banyak Jumantik yang menemui masalah komunikasi di lapangan, adanya penolakan dari masyarakat setempat pada saat pemeriksaan dan pemantauan DBD, tentunya akan mempengaruhi kinerja pencapaian program penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalrahan Semanu Kabupaten Gunung Kidul. Oleh karena itu perlu mengkaji Partisipasi Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Demam Berdarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di Kalurahan Semanu Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DI Yogyakarta. Teknik pengumpulan data berupa: wawancara, observasi dan telaah dokumen. Wawancara dilakukan dengan Pejabat di Dinas Kesehatan Gunung Kidul, Pejabat di Kelurahan Semanu, Ketua RW, Ketua RT, dan Masyarakat di wilayah Kelurahan Semanu. Pengolahan data dilakukan melalui tahapan: (a) Mengklasifikasi materi data hasil wawancara, observasi dan telaah dokumen; (b) Mengolah data berdasarkan keterkaitan antar komponen; (c) Merangkum, memilih hal-hal yang pokok, mencari polanya (d) Mendeskripsikan secara keseluruhan dan sistematik keterkaitan antar satuan-satuan gejala tersebut, menafsirkan partisipasi masyarakat dalam penanganan DBD. Hasil penelitian: ditinjau dari aspek komunikasi, diketahui bahwa alur komunikasi dilakukan secara dua arah (top down dan button up) antara pihak aparat dengan warga masyarakat. Untuk aspek perubahan sikap, harus ada kerja bersama antara aparat, warga dan seluruh komponen yang ada untuk secara kontinyu memberikan pemahaman tentang penyakit DBD sehingga bisa ada perubahan sikap, perilaku dan tingkah laku. Kesadaran masyarakat dalam penanggulangan penyakit DBD di Kelurahan Semanu sudah cukup baik. pada dasarnya kesediaan masyarakat untuk andil dalam penanggulangan penyakit DBD adalah karena merupakan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Aspek rasa tanggungjawab akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sudah tumbuh pada warga masyarakat Kalurahan Semanu, walaupun masih ada yang disebabkan adanya ajakan atau karena sesuatu hal sehingga rasa tanggungjawab itu muncul. Dari petugas/aparat melakukan kerja sama lintas sektor, memberikan info-info terkait DBD melalui kerjasama dalam monitoring PSN, penyuluhan maupun melalui media sosial. Adanya anggaran, honor dan alat kerja untuk kader jumantik juga bukti tanggung jawab pemerintah, untuk memberikan reward kepada kader jumantik sehingga kinerjanya lebih meningkat lagi. Keywords: partisipasi masyarakat; demam berdarah dengue; local government policy