Mocodompis, Jeannete Lauren
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Melampaui Pengulangan: Deteritorial Medium Fotografi Angki Purbandono dalam Pandangan Deleuze Mocodompis, Jeannete Lauren; Yuliadi, Koes
INVENSI Vol 10, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i2.14999

Abstract

Karya seni kontemporer dipahami juga sebagai hasil dari pengulangan bentuk dan gagasan. Angki Purbandono dalam proses kreatifnya menjadikan pengulangan bentuk dan gagasan ini sebagai strategi untuk melampaui batas representasi dalam fotografi konvensional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif Angki Purbandono melalui teori difference and repetition serta konsep Body without Organs (BwO) yang dikembangkan Gilles Deleuze dan Félix Guattari. Fokus utama artikel ini tidak hanya pada penggunaan teknik eksperimental Angki Purbandono seperti kamar gelap, scanography, dan motase stiker. Lebih dari itu, artikel ini juga membahas bagaimana pendekatan visual tersebut mengganggu struktur representasional dan membuka ruang visual yang bersifat nonhierarkis. Dalam konteks ini, teknik Angki Purbandono tidak hanya variasi estetis, tetapi juga bentuk deteritorialisasi terhadap sistem produksi citra yang membekukan makna. Lewat eksperimentasi ini, “tubuh” fotografi konvensional dirombak, dan karya-karya Angki Purbandono beroperasi sebagai “tubuh tanpa organ” yang merupakan suatu jaringan intensitas, hasrat, dan potensi yang tidak tunduk pada struktur yang tetap. Pengalaman residensi dan kolaborasi lintas disiplin Angki Purbandono juga memperkaya bentuk-bentuk ekspresi. Proses tersebut memperlihatkan bahwa pengulangan yang dilakukan Angki Purbandono bukanlah reproduksi pasif, melainkan produksi perbedaan yang aktif. Melalui pendekatan tersebut, artikel ini menempatkan proses kreatif Angki Purbandono sebagai upaya membayangkan ulang lanskap visual kontemporer yang tidak lagi berpusat pada identitas tunggal dan sistem yang tetap. Beyond Repetition: Angki Purbandono's Creativity through the Lens of DeleuzeABSTRACTContemporary art is also understood as the result of the repetition of forms and ideas. In his creative process, Angki Purbandono employs this repetition as a strategy to transcend the limits of representation in conventional photography. This article aims to analyse Angki Purbandono’s creative process through the lens of theory of difference and repetition as well as the concept of the Body without Organs (BwO), developed by Gilles Deleuze and Félix Guattari. This article’s primary focus is not solely on Angki Purbandono’s use of experimental techniques such as darkroom processes, scanography, and sticker montage. More importantly, it examines how these visual strategies disrupt representational structures and open up non-hierarchical visual spaces. In this context, Angki Purbandono’s works function as a “Body without Organs”, a network of intensities, desires, and potentials that resists fixed structures. His experiences in residences and cross-disciplinary collaborations also enrich the modes of visual expression. This process reveals that Angki Purbandono’s repetition is not a passive reproduction but an active production of difference. Through this approach, the article situates Angki Purbandono’s creative process as an effort to reimagine the contemporary visual landscape beyond singular identities and static systems.