Karya seni kontemporer seringkali dipahami sebagai hasil dari pengulangan, namun dalam perjalanan kreatif Angki Purbandono, pengulangan tersebut melampaui batas teknis dan membuka kemungkinan baru yang tak terduga. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas Angki Purbandono melalui lensa teori difference and repetition oleh Gilles Deleuze, serta konsep rhizomatic thinking yang dikembangkan bersama Félix Guattari. Fokus utama artikel ini adalah bagaimana proses kreatif dengan teknik-teknik fotografi eksperimental seperti photogram, scanography, dan montase stiker yang digunakan Angki Purbandono melampaui sekadar pengulangan teknis untuk menciptakan karya seni yang terus berkembang dan tak terbatas. Kreativitas Angki Purbandono, yang dipicu oleh pengalaman residensi di berbagai negara dan fleksibilitas dalam berkolaborasi lintas disiplin, mencerminkan prinsip rhizomatic yang menolak struktur hierarkis dan memungkinkan terbentuknya jaringan kreatif yang dinamins. Dalam konteks ini, karya-karya Angki Purbandono bukan sekedar variasi atau pengulangan, melainkan hasil dari eksplorasi tanpa batas yang membentuk jalur-jalur baru dalam seni visual kontemporer. Kata Kunci: Angki Purbandono, Difference and Repetition, Rhizomatic Thinking
Copyrights © 2025