Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pendidikan Seks Pada Anak Autisme Usia Remaja Yersi Ahzani; Arneliwati; Dewi Kurnia Putri
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme merupakan kondisi dimana individu lebih tertarik dengan dunianya sendiri. Masa pubertas pada remaja autisme menyebabkan minat terhadap lawan jenis dan hasrat seksual meningkat. Ketidakmampuan mengontrol keadaan ini menyebabkan mereka mengekspresikan dengan perilaku yang tidak tepat sehingga meningkatkan resiko menjadi korban dan pelaku pelecehan seksual. Diperlukan upaya mengarahkan remaja autisme dalam mengekspresikan hasrat seksual mereka dengan tepat. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang pendidikan seks pada anak autisme usia remaja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan 30 responden dengan teknik sampling jenuh dan dianalisa secara univariat. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden diketahui 66,7% bekerja, pendidikan terakhir 63,3% tamatan SMA/SLTA, 70,0% berada dalam rentang usia dewasa madya (36-45) tahun. Karakteristik anak responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan 76,7% laki-laki, dengan rata-rata berusia 15,3667 tahun. Tingkat pengetahuan mayoritas responden dalam kategori cukup sebanyak 53,3%, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang mengajarkan nama anggota tubuh dengan nama antomi sebenarnya. Berdasarkan hasil ini diharapkan institusi pendidikan dan tempat penelitian dapat bekerjasama guna meningkatkan pengetahuan ibu tentang pendidikan seks pada anak autisme usia remaja khususnya materi tentang mengajarkan nama anggota tubuh dengan nama antomi sebenarnya.
Health Counseling on Drugs at SMP Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Yersi Ahzani; Meri Anggryni; Minnatun Khasa; Desak Gede Yenni Apriani; Desak Made Firsia Sastra Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 6 No 2 (2025): Community Service Journal DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jdk.v6i2.192

Abstract

Introduction: Drug abuse is a growing public health problem, including among school-aged adolescents. National data shows an increasing prevalence in the 15–24 age group, making schools a strategic environment for preventive interventions. Junior high school adolescents are highly vulnerable due to developmental factors, peer pressure, and a lack of knowledge about the risks of drugs. This community service activity was carried out to improve adolescent health literacy and develop preventive attitudes towards drug abuse. Methods: The activity was carried out through face-to-face counseling for 55 students in grades VIII and IX at SMP Negeri 3 Tanjung Jabung Timur. Education used presentation media, interactive discussions, and question and answer sessions. Evaluation was carried out through direct observation of student engagement during the session. Results: The activity ran smoothly and received high enthusiasm from participants. Students were able to answer questions more accurately after the counseling, demonstrating an increased understanding of the types, dangers, and prevention efforts of drug abuse. The discussion was active and showed a change in awareness of the importance of protecting themselves from the negative effects of drugs. Overall, this counseling was effective in improving health literacy and preventive attitudes among adolescents. Conclusion: School-based drug counseling has been shown to improve students' knowledge and attitudes regarding drug abuse prevention. Educational interventions like this need to be carried out continuously with school support to create a drug-free educational environment. Keywords: drugs, health education, adolescents, schools, prevention.