Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESIGN OF PIT X BASED ON PRODUCTION TARGETS USING MINE SCHEDULING CONCEPT AT PT Y Ismail, Ardhan; Mochamad Gaharu Dida Devedo; Pontus, Albertus Juvensius; Thomas , Anita oktoviana L.P.G.M.
INTAN Jurnal Penelitian Tambang Vol. 8 No. 2 (2025): INTAN: Jurnal Penelitian Tambang
Publisher : Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56139/intan.v8i2.349

Abstract

Pit design in surface mining requires a systematic approach that considers operational capacity and efficiency to ensure optimal production target achievement. In the actual condition of the second quarter of 2025, pit X design at PT Y was carried out manually using a trial-and-error method. This method was time-consuming and less flexible to parameter changes, and caused significant deviations from production targets, with overburden reaching 110%, coal only 89%, and stripping ratio increasing to 4.19 from the target of 3.39. This study aims to develop pit design based on Mine Scheduling Concept using SPRY Scheduler software to improve operational effectiveness and efficiency. An applied quantitative method was implemented by integrating reserve data from Minescape, heavy equipment parameters including availability, utilisation, and hourly rate, as well as a mining calendar aligned with operational conditions in the third quarter of 2025. The results show that the generated pit design achieves production targets with very high accuracy: overburden of 4,093,991 Bcm with a deviation of -0.02%, coal of 1,206,663 MT with a deviation of 0.00%, and a stripping ratio of 3.39 as targeted. The application of SPRY Scheduler produces measurable, accurate, and adaptive pit designs without trial-and-error processes, supporting efficient and sustainable mine planning.
THE PREDICTION OF SEDIMENT TRANSPORT AT SENIPAH BEACH: Prediksi Transportasi Sedimen Pantai Senipah Mochamad Gaharu Dida Devedo; Rahmawati, Dewi
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2025): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v6i2.9658

Abstract

Stabilitas garis pantai merupakan isu krusial dalam pengelolaan wilayah pesisir, di mana dinamika utamanya dikendalikan oleh proses transpor sedimen. Pergerakan material di sepanjang pantai ini digerakkan oleh interaksi kompleks antara gaya hidrodinamis, terutama gelombang dan arus, dengan dasar perairan. Keseimbangan dalam proses ini sangat rentan terhadap perubahan, baik yang disebabkan oleh faktor alamiah maupun antropogenik, yang dapat mengakibatkan perubahan signifikan pada morfologi pantai seperti erosi dan akresi. Pantai Senipah, yang terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah salah satu kawasan pesisir strategis yang menopang kegiatan perekonomian masyarakat namun menunjukkan aktivitas morfodinamika yang tinggi. Adanya perubahan garis pantai yang teramati secara visual mengindikasikan berlangsungnya proses transpor sedimen secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan studi kuantitatif untuk memprediksi volume dan arah pergerakan sedimen sebagai landasan ilmiah dalam merencanakan upaya rekayasa dan pengelolaan pantai yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan suatu model prediksi kuantitatif transportasi sedimen di Pantai Senipah sebagai tinjauan dasar untuk pembangunan bangunan pelindung pantai. Metodologi penelitian ini didasarkan pada pendekatan kuantitatif dengan menggunakan formula empiris dari CERC (1984) untuk menaksir laju transpor sedimen sejajar pantai (longshore sediment transport). Untuk mempermudah proses perhitungan, dilakukan beberapa penyederhanaan dan penetapan asumsi. Konfigurasi garis pantai yang kompleks diidealisasi menjadi lebih lurus dan teratur, dengan kemiringan dasar pantai ditetapkan sebesar 1:30. Input utama untuk model ini adalah data gelombang representatif yang dibangkitkan dari analisis data angin historis. Dipilih data dari tahun 2002, yang tercatat memiliki kecepatan angin tahunan tertinggi, untuk merepresentasikan kondisi energi gelombang yang signifikan. Berdasarkan analisis tersebut, parameter gelombang yang digunakan dalam perhitungan adalah tinggi gelombang rata-rata tahunan (H) sebesar 2 meter dengan periode (T) 8 detik. Sudut datang gelombang dari berbagai arah mata angin, seperti Timur, Tenggara, Selatan, dan Barat Daya, dianalisis untuk memetakan pergerakan sedimen secara komprehensif. Hasil perhitungan menunjukkan adanya rezim transpor sedimen dua arah (bidirectional) yang signifikan di sepanjang Pantai Senipah. Gelombang yang datang dari sektor Timur dan Tenggara secara kolektif menghasilkan pergerakan sedimen menuju ke arah Selatan dengan total volume mencapai 299,887.91 m³/tahun. Di sisi lain, gelombang yang berasal dari sektor Selatan dan Barat Daya mendorong pergerakan sedimen menuju ke arah Utara dengan total volume yang lebih besar, yaitu 329,080.65 m³/tahun. Dengan membandingkan total volume pergerakan dari kedua arah tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa arah dominan transpor sedimen netto di Pantai Senipah adalah menuju ke Utara, dengan laju tertinggi yang dipicu oleh gelombang dari arah Selatan.
ANALISIS FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KETERLAMBATAN (TIME OVERRUN) PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN AKSES MENUJU BANDARA NYIA Ian Karunia Perkasa; Lidwina Putri Astani; Mochamad Gaharu Dida Devedo; Chalsi Maia Sari
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2026): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v7i1.10930

Abstract

Ketepatan waktu penyelesaian merupakan salah satu indikator utama keberhasilan proyek konstruksi di samping aspek biaya dan mutu. Proyek Peningkatan Jalan Akses Menuju Bandara, memiliki peran strategis sebagai infrastruktur pendukung aksesibilitas New Yogyakarta International Airport (NYIA). Namun, pelaksanaan proyek infrastruktur jalan raya memiliki karakteristik unik yang rentan terhadap ketidakpastian eksternal maupun internal yang berpotensi menyebabkan keterlambatan jadwal (time overrun). Berdasarkan observasi lapangan, proyek ini dihadapkan pada berbagai kendala kompleks mulai dari kondisi tanah dasar, curah hujan yang tinggi, hingga permasalahan sosial berupa sengketa lahan yang menghambat produktivitas pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kinerja waktu, menganalisis tingkat risiko (risk level) berdasarkan frekuensi dan dampaknya, serta menentukan faktor dominan yang memerlukan prioritas penanganan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada responden ahli (purposive sampling) yang terdiri dari pihak kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan pemilik proyek. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Matriks Risiko dengan mengalikan nilai probabilitas (Likelihood) dan dampak (Impact), yang kemudian dipetakan menggunakan Diagram Pareto untuk mendapatkan hierarki risiko utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor risiko dominan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap potensi keterlambatan waktu pada Proyek Peningkatan Jalan Sogan-Karangwuni. Faktor pertama adalah kondisi cuaca ekstrem (hujan) yang menempati peringkat risiko tertinggi dengan kategori Extreme Risk (Skor 25), yang berdampak signifikan pada terhentinya pekerjaan perkerasan aspal (hotmix). Faktor kedua adalah kendala non-teknis berupa sengketa pembebasan lahan dengan kategori High Risk (Skor 15). Faktor ketiga adalah kerusakan mekanis alat berat (breakdown) pada saat jam kerja kritis dengan kategori High Risk (Skor 12). Berdasarkan analisis Pareto, penanganan terhadap ketiga faktor dominan ini diproyeksikan dapat mereduksi potensi keterlambatan secara signifikan. Penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi berupa penerapan kerja lembur (overtime) untuk optimalisasi progres saat cuaca cerah, penyediaan alat berat cadangan, serta intensifikasi koordinasi sosial pada area sengketa guna memastikan proyek selesai tepat waktu.