Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2024 di Desa Kerta Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan partisipasi masyarakat dalam mengolah limbah rumput laut menjadi pupuk organik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan limbah rumput laut yang melimpah dan tingginya ketergantungan petani pada pupuk kimia , yang diperparah oleh kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah organik. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan teknik fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat pupuk secara mandiri, di mana sebelumnya mereka belum pernah mendapatkan sosialisasi serupa. Program pelatihan ini berhasil menumbuhkan kemandirian masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dan praktik langsung dalam upaya pemanfaatan potensi desa untuk mengatasi kelangkaan pupuk dan masalah lingkungan. Abstract The Community Service Program through Real Work Lectures (KKN) in 2024 in Kerta Sari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency, aims to improve community skills and participation in processing seaweed waste into organic fertilizer. The main problems faced are the suboptimal utilization of abundant seaweed waste and the high dependence of farmers on chemical fertilizers, which is exacerbated by the lack of community knowledge in processing organic waste. This activity uses a participatory mentoring method through socialization, training, and direct practice of making liquid organic fertilizer (POC) using fermentation techniques. The results of the activity showed an increase in community knowledge and skills in making fertilizer independently, where previously they had never received similar socialization. This training program succeeded in fostering community independence to reduce dependence on chemical fertilizers and encourage the use of local resources to create sustainable agriculture. These findings emphasize the importance of an educational approach and direct practice in efforts to utilize village potential to overcome fertilizer scarcity and environmental problems.