Rahayu, Wahyuni Dwi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Aromaterapi Lemon dalam Mengurangi Nyeri Dismenorea pada Remaja Ajeng Putri Salsabil; Meylawati, Luluk Eka; Rahayu, Wahyuni Dwi
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/cyvena72

Abstract

Dismenorea adalah keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas, kualitas tidur, serta konsentrasi. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas aromaterapi lemon dalam menurunkan tingkat nyeri dismenorea pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua subjek yang mengalami dismenorea ringan hingga sedang, dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma pada bulan April hingga Mei 2025. Intervensi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lemon melalui diffuser berisi 3 tetes minyak esensial lemon, 2×/hari selama 2 hari. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan skala nyeri subjek I menurun dari 6 menjadi 0, dan subjek II dari 5 menjadi 2 setelah intervensi. Penurunan nyeri menunjukkan bahwa aromaterapi lemon dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk mengurangi nyeri menstruasi. Karena jumlah subjek sangat terbatas, penelitian ini memiliki keterbatasan dan tidak dapat digeneralisasi. Namun demikian, hasil ini memberikan gambaran awal mengenai potensi aromaterapi lemon dalam penanganan dismenorea.   Dysmenorrhea is a common menstrual pain complaint among adolescent girls and can disrupt activities, sleep quality, and concentration. One non-pharmacological therapy that can be used is lemon aromatherapy. This study aims to determine the effectiveness of lemon aromatherapy in reducing dysmenorrhea pain levels in adolescents. This research method used a descriptive case study design with two subjects experiencing mild to moderate dysmenorrhea, selected through inclusion and exclusion criteria. The study was conducted at the Faculty of Health Sciences, Marshal Suryadarma Air Force University from April to May 2025. The intervention was carried out by administering lemon aromatherapy through a diffuser containing 3 drops of lemon essential oil, 2x/day for 2 days. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS). The results showed that subject I's pain scale decreased from 6 to 0, and subject II's from 5 to 2 after the intervention. The decrease in pain indicates that lemon aromatherapy can be used as a complementary therapy to reduce menstrual pain. Due to the very limited number of subjects, this study has limitations and cannot be generalized. However, these results provide an initial overview of the potential of lemon aromatherapy in the treatment of dysmenorrhea.
Implementasi Teknik Relaksasi Benson dalam Menurunkan Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea: Studi Kasus di RSAU dr. Esnawan Antariksa Lulu Shiefa Aisya Aprilia; Rahayu, Wahyuni Dwi; Meylawati, Luluk Eka
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/39vp0s04

Abstract

Angka persalinan dengan metode Sectio Caesarea (SC) terus meningkat dan sering disertai nyeri pascaoperasi yang dapat mengganggu kondisi fisik dan psikologis ibu, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi teknik relaksasi Benson dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu post SC. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan observasi pre–post pada dua ibu post SC di Ruang Nuri RSAU dr. Esnawan Antariksa. Subjek dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa teknik relaksasi Benson diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari selama 10–15 menit per sesi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri pada kedua subjek, yaitu dari skala 6 menjadi 3 pada Subjek I dan dari 7 menjadi 3 pada Subjek II. Teknik relaksasi Benson berpotensi membantu menurunkan nyeri pada ibu post SC, namun hasil ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah subjek terbatas.   The rate of Caesarean section (CS) deliveries continues to increase and is often associated with postoperative pain that may affect the physical and psychological condition of mothers, highlighting the need for safe and applicable non-pharmacological interventions. This study aimed to identify the implementation of the Benson relaxation technique in reducing pain intensity among post-CS mothers. A descriptive case study with a pre–post observational approach was conducted on two post-CS mothers in the Nuri Room of RSAU dr. Esnawan Antariksa. Subjects were selected using purposive sampling based on inclusion criteria. The intervention consisted of the Benson relaxation technique administered twice daily for three consecutive days (10–15 minutes per session). Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention and analyzed descriptively. The results showed a reduction in pain intensity in both subjects, from a score of 6 to 3 in Subject I and from 7 to 3 in Subject II. The Benson relaxation technique has the potential to reduce post-CS pain; however, the findings should be interpreted with caution due to the limited number of subjects.
Implementasi Pemberian Terapi Akupresur Titik Hegu (LI4) Untuk Menurunkan Nyeri Dismenorea Nurhalizah, Naila; Meylawati, Luluk Eka; Rahayu, Wahyuni Dwi
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/3yat5468

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri saat menstruasi yang sering dialami remaja perempuan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan nyeri umumnya masih mengandalkan terapi farmakologis, padahal pendekatan nonfarmakologis dapat menjadi alternatif yang lebih aman dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi akupresur pada titik Hegu (LI4) dalam menurunkan nyeri dismenorea pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua subjek remaja yang mengalami dismenorea. Intervensi dilakukan dengan pemberian terapi akupresur titik Hegu (LI4) 1 kali per hari selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dengan instrumen berupa standar prosedur operasional, format pengkajian nyeri, dan lembar observasi. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua subjek. Pada subjek 1, skala nyeri menurun dari 5 menjadi 1, sedangkan pada subjek 2 menurun dari 6 menjadi 2 setelah 3 hari intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan terapi akupresur titik Hegu (LI4) berhubungan dengan penurunan nyeri dismenorea pada kedua subjek. Terapi ini berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri, meskipun temuan ini masih bersifat deskriptif dan terbatas pada jumlah subjek yang kecil.   Dysmenorrhea is menstrual pain commonly experienced by adolescent girls and may interfere with daily activities. Pain management is still frequently reliant on pharmacological therapy, whereas non-pharmacological approaches may provide a safer and more practical alternative. This study aimed to describe the implementation of acupressure at the Hegu point (LI4) in reducing dysmenorrhea pain among adolescents. A descriptive case study design was employed involving two adolescent subjects with dysmenorrhea. The intervention consisted of Hegu point (LI4) acupressure administered once daily for three consecutive days. Pain intensity was assessed before and after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS). The instruments used included a standard operating procedure, a pain assessment form, and an observation sheet. The findings demonstrated a reduction in pain intensity in both subjects. In subject 1, the pain score decreased from 5 to 1, while in subject 2 it decreased from 6 to 2 after three days of intervention. These findings indicate that the implementation of Hegu point (LI4) acupressure was associated with a reduction in dysmenorrhea pain in both subjects. This therapy may serve as a potential non-pharmacological nursing intervention that can be performed independently; however, the findings remain descriptive and are limited by the small number of subjects.