Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Gentle Birth

PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DENGAN PUTIH TELUR AYAM Novy Ramini Harahap; Pratiwi Nasution; Mila Syari
Jurnal Gentle Birth Vol 4, No 2 (2021): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v4i2.62

Abstract

Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama atau tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Dampak terkajadinya rupture erineum atau robekan jalan lahir pada ibu antara lain tejadinya infeksi luka jahitan. Dimana dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir. Akibatnya muncul komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir. Rupture perineum yang terjadi di Indonesia  mencapai 30%. Survey awal d yang dilakukan di RB Hanum didapatkan 101 ibu bersalin dari 101 ibu bersalin mengalami luka perineum berjumlah 75 (74%) ibu bersalin. Berdasarkan observasi langsung ibu yang mengontrol luka jahitan berjumlah 10%, dan mengalami keterlambatan penyembuhan berjumlah 50%, dimana penyembuhan luka perieum antara 9-1 hari. Penyebab keterlambatan penyembuhan luka perineum yaitu gizi, ibu nifas sangat membutuhkan gizi yang cukup untuk proses pemulihan salah satunya makanan yang tinggi protein. Protein diperlukan untuk perteumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak atau mati. Makanan tinggi protein dapat diperoleh dari putih telur. Tujuan mengetahui pengaruh konsumsi putih telur rebus dengan penyembuhan luka perineum. Metode penelitian menggunakan quasi experimental, populasi dalam penelitian sebanyak 22 orang ibu nifas hari pertama yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Mann-whitney. Hasil menunjukkkan terdapat pengaruh mengkonsumsi putih telur rebus dengan penyembuhan luka perineum dengan nilai p value = 0,000 < 0,05. Kesimpulan terdapat pengaruh mengkonsumsi putih telur ayam rebus dengan penyembuhan luka perineum.
RENDAHNYA PENGGUNAAN KB IMPLANT PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS BELAWAN Fina Kusuma Wardani; Pratiwi Nasution; Rauda Siregar
Jurnal Gentle Birth Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v3i2.53

Abstract

Abstrak Pendahuluan; Metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan adalah metode kontrasepsi paling efektif yang tahan lama, efisien, nyaman dan biayanya relatif murah dibandingkan non-MKJP. MJKP sayangnya kurang diminati masyarakat. Tujuan; Tujuan penelitian ini untuk faktor yang mempengaruhi rendahnya pengguna KB implant pada wanita pasangan usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Belawan tahun 2019. Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi rendahnya penggunaan  KB implant. Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Belawan. Populasi pada penelitian ini adalah  jumlah PUS di Puskesmas belawan sebanyak 13.076 PUS dengan jumlah sampel sebanyak 99 orang berdasarkan perhitungan dengan rumus Slovin. Hasil; Berdasarkan hasil penelitian dengan  uji statistik chi square diketahui bahwa pendidikan (p=0,021), tingkat ekonomi (p=0,000), sumber informasi (p=0,003), pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,000), dan dukungan suami (p=0.002) terhadap rendahnya penggunaan KB Implant pada wanita pasangan usia subur. Kesimpulan; Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan umur, pendidikan, tingkat ekonomi, sumber informasi, pengetahuan sikap, dan dukungan suami dengan rendahnya penggunaan KB Implant pada wanita pasangan usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Belawan. Kata Kunci : Umur, Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Sumber Informasi, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Suami dan KB Implant. Abstract Background; Long-term contraceptive methods such as implants are the most effective contraceptive method that is long-lasting, efficient, comfortable and relatively inexpensive compared to non-MKJP. MJKP is unfortunately not very attractive to the public. Objectives;The purpose of this study is for factors that affect the low number of users of implant KB in women of childbearing age in the Belawan Community Health Center in 2019. Method; The research design used in this study is a descriptive design to find out the factors that influence the low use of implant KB. The location of this research will be carried out in the working area of Belawan Health Center. The population in this study is the number of EFAs in Belawan Health Center as many as 13,076 EFAs with a total sample of 99 people based on calculations with the Slovin formula. Data collection using a questionnaire.Results; Based on the results of research with chi square statistical tests it is known that education (p = 0,021), economic level (p = 0,000), sources of information (p = 0,003), knowledge (p = 0,001), attitudes (p = 0,000), and husband’s support (p = 0,002)  towards the low use of family planning Implants in women of childbearing age. Conclusion; The conclusion in this study there is a relationship of age, education, monthly income, sources of information, knowledge, attitudes, and husband’s support with the low use of family planning implants in women of childbearing age in Belawan Puskesmas Work Area. Keywords : Age, Education, Family Income, Information Sources, Knowledge, Attitudes, Husnband’s Support, Family Planning Implants.
PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA SISWA DI SMA NEGERI II TAPAKTUAN Novy Ramini Harahap; Rauda Rauda; Pratiwi Nasution; Fitri Neliza
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 2 (2022): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v5i2.91

Abstract

seks pranikah merupakan masalah yang harus diantisipasi. Berdasarkan survei awal masalah seks pranikah terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terhadap dampak perilaku, kuranganya nilai agama, kurangnya menanggapi pentingnya media informasi, kurangnya peran orang tua dan kurangnya dukungan dari teman. Tujuan; untuk mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku seks pranikah pada siswa. Metode; desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 99 siswa dan sampel sebanyak 99 siswa. Metode pengumpulan data yaitu data primer, sekunder dan tersier. Analisa data yang digunakan yaitu menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistic. Hasil; analisis multivariat menunjukkan pengetahuan memiliki nilai sig-p 0,017 < 0,05, religi sig-p 0,004 < 0,05, sumber informasi sig-p 0,008 < 0,05, peran keluarga sig-p 0,040 < 0,05 dan dukungan teman sebaya sig-p 0,195 > 0,05. Kesimpulan; ada pengaruh pengetahuan, religi, sumber informasi dan peran keluarga terhadap perilaku seks pranikah, sedangkan dukungan teman sebaya tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku seks pranikah pada siswa