Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Konsep Nasikh dan Mansukh dalam Pemahaman Kontekstual Ayat-Ayat Al-Qur'an di Era Modern: Relevance dan Dinamika Penafsiran Kontemporer Natsir, Abdul Husain; Yahya, Muhammad
DIMENSI - Jurnal Sosiologi Vol 13, No 2: 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/djs.v13i2.32529

Abstract

Penelitian ini menganalisis relevansi dan dinamika konsep nasikh dan mansukh dalam pemahaman kontekstual ayat-ayat Al-Qur'an di era modern melalui pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika kritis dan analisis literatur. Nasikh mansukh merupakan salah satu ilmu fundamental dalam tafsir Al-Qur'an yang masih menjadi perdebatan signifikan di kalangan ulama klasik hingga kontemporer. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa pemahaman terhadap nasikh mansukh tidak dapat dipisahkan dari konteks historis, situasi sosial, dan keperluan masyarakat saat turunnya ayat. Temuan utama menunjukkan bahwa: (1) konsep nasikh mansukh bukan sekadar penghapusan hukum tetapi merupakan evolusi hukum yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada setiap periode; (2) era modern menuntut penafsiran yang lebih inklusif dan kontekstual yang tidak hanya tekstual; (3) konsep nasikh mansukh yang dikontekstualisasikan secara tepat dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai universal Al-Qur'an dengan kebutuhan masyarakat kontemporer; (4) terdapat urgensi untuk pengembangan metodologi penafsiran yang mengintegrasikan pendekatan klasik dan modern. Kesimpulannya, pemahaman yang matang tentang nasikh mansukh dalam kerangka penafsiran kontekstual dapat menghasilkan pemahaman Al-Qur'an yang relevan, komprehensif, dan mampu memberikan solusi terhadap dinamika kehidupan umat Islam di era digital dan globalisasi yang terus berubah
Otoritas Peradilan Islam dalam Lintasan Kolonial dan Pembentukan Hukum Nasional di Indonesia Natsir, Abdul Husain; Asmira, Asmira; Mustafa, Zulhas’ari
JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE Vol. 7 No. 2 (2026): Juli: Journal of Administrative and Sosial Science (JASS)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jass.v7i2.2236

Abstract

This study examines the transformation of the authority of Islamic courts in Indonesia across the colonial and post-colonial periods and their contribution to the formation of national law. Employing a normative-juridical method with historical, statutory, and conceptual approaches drawn from library sources, the research traces how a once-autonomous Islamic judicial institution was reshaped by Dutch colonial legal politics, from the recognition implied by the receptio in complexu theory to the systematic reduction of competence under the receptie theory through Staatsblad 1882 No. 152 and Staatsblad 1937 No. 116 and 610. The findings show that the colonial intervention narrowed the jurisdiction of religious courts, particularly by removing inheritance disputes, yet did not extinguish their existence. After independence, the receptie exit and receptie a contrario theories provided the ideological basis for restoring Islamic judicial authority, institutionalized through the establishment of the Ministry of Religious Affairs, Law No. 14 of 1970, Law No. 1 of 1974, Law No. 7 of 1989, the Compilation of Islamic Law, and Law No. 3 of 2006. The study implies that the religious court has become an integral pillar of the national judicial system rather than a colonial remnant.