Disiplin kerja merupakan faktor fundamental dalam menentukan kualitas kinerja pegawai, terutama pada instansi pemerintah yang menuntut akurasi, ketepatan waktu, serta profesionalisme tinggi. Tujuan utama kajian ini adalah menelaah hubungan dan dampak dari konsistensi perilaku kerja terhadap tingkat produktivitas aparatur pada instansi statistik pemerintah daerah di Pandeglang. Secara metodologis, investigasi ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui survei dengan instrument kuesioner yang diisi oleh 45 responden dari kalangan pegawai. Instrumen yang digunakan mencakup indikator disiplin kerja berdasarkan teori Hasibuan, seperti keteladanan pimpinan, kompensasi, kepastian aturan, dan waskat. Temuan studi mengungkapkan bahwa aspek ketertiban kerja memperoleh klasifikasi baik berdasarkan akumulasi skor penilaian sebesar 1809, sementara capaian produktivitas aparatur juga tergolong baik dengan total skor 1846. Hasil uji korelasi mengindikasikan adanya asosiasi pada tingkat moderat antara kedua konstruk tersebut (r = 0,582), dengan sumbangan efektif sebesar 33,87%. Verifikasi lebih lanjut melalui uji hipotesis mengonfirmasi pengaruh yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai statistik uji (4,69) yang melampaui batas kritis (2,021). Simpulan penelitian menegaskan adanya hubungan linear positif, di mana peningkatan konsistensi perilaku kerja berkorelasi dengan perbaikan hasil kerja. Sebagai implikasi praktis, kajian ini merekomendasikan penguatan fungsi keteladanan manajerial serta pengembangan mekanisme disiplin yang bersifat proaktif dan preventif.