Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Komik untuk Meningkatkan Literasi Kewargaan Siswa Sekolah Dasar Laela Fauzia; Atika Dwi Evitasari; Ratri Shinta Wadhani
LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 03 (2025): ISSUE OKTOBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa komik untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila, yang difokuskan pada peningkatan literasi budaya dan kewargaan siswa kelas V SD Negeri Keji 2 Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian mencakup lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru dan siswa, serta tes literasi kewargaan melalui pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan uji inferensial. Hasil validasi menunjukkan bahwa komik tergolong sangat layak digunakan, dengan skor rata-rata 85,61% dari ahli materi dan 84,62% dari ahli media. Uji kepraktisan juga menunjukkan hasil positif, yaitu respon guru sebesar 73%, respon siswa 89,25% pada uji coba skala kecil, dan 91,56% pada uji coba skala besar. Selain itu, hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan literasi kewargaan, ditunjukkan oleh rata-rata nilai pre-test 48,9 yang meningkat menjadi 85,8 pada post-test, dengan nilai signifikansi uji paired sample t-test < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, media komik dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Media ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan minat baca, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.
Pengembangan Media Komik untuk Meningkatkan Literasi Kewargaan Siswa Sekolah Dasar: Developing Comic Media to Improve Civic Literacy in Elementary School Students Laela Fauzia
Jurnal PGSD Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal PGSD Indonesia
Publisher : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik sebagai sarana pembelajaran Pendidikan Pancasila yang dapat meningkatkan literasi budaya dan kewargaan siswa kelas V SD Negeri Keji 2 Tahun Ajaran 2025/2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa komik berjudul “Teman Itu Tidak Dilihat Dari Warna Kulit” yang memuat cerita kontekstual, ilustrasi berwarna, pesan moral, serta aktivitas interaktif berupa soal latihan yang dirancang sesuai karakteristik siswa sekolah dasar. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli materi dan media, angket respon guru dan siswa, serta tes literasi kewargaan melalui pretest dan posttest, dengan analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan inferensial. Hasil validasi menunjukkan bahwa media komik berada pada kategori sangat valid dengan skor rata-rata 85,61% dari ahli materi dan 84,62% dari ahli media. Uji kepraktisan memperoleh respon positif dengan skor 73% dari guru, 89,25% dari siswa pada uji coba skala kecil, dan 91,56% dari siswa pada uji coba skala besar. Selanjutnya, uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan literasi kewargaan siswa, yang ditunjukkan dengan rata-rata nilai pretest 48,9 meningkat menjadi 85,8 pada posttest, serta hasil uji paired sample t-test memperoleh signifikansi < 0,05. Dengan demikian, media komik yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, sekaligus mampu menumbuhkan minat baca, memperkuat sikap kritis, serta menanamkan nilai-nilai toleransi, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap keberagaman.