Septi Amanah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Ankle Strengthening Exercise Terhadap Aktivitas Fungsional Tungkai Bawah Pada Komunitas Barber Kabupaten Pekalongan Septi Amanah; Nooryana, Syavira
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4374

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Barber menjadi salah satu profesi yang beresiko mengalami penurunan aktivitas fungsional tungkai bawah yang disebabkan karena posisi kerja berdiri dalam waktu lama. Upaya untuk meningkatkan aktivitas fungsional dapat dilakukan dengan terapi latihan yang berupa ankle strengthening exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ankle strengthening exercise terhadap aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Juli-26 Juli 2024 menggunakan desain penelitian eksperimen dengan pendekatan quasi eksperimental one group pretest dan posttest without control group. Jumlah sampel sebesar 37 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengukuran aktivitas fungsional tungkai bawah menggunakan FAAM dan pemberian intervensi menggunakan ankle strengthening exercise dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan uji paired sample t-test. Hasil Penelitian: Rata-rata Nilai FAAM sebelum dilakukan intervensi 68.0832% sedangkan nilai FAAM sesudah dilakukan intervensi 87.8673% Hasil uji pengaruh menggunakan uji paired sample t-test di dapatkan hasil p value 0,000 (<0,005), yang berarti ada pengaruh ankle strengthening exercise terhadap aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan. Simpulan: Ankle strengthening exercise dapat meningkatkan aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan. Saran: Ankle strengthening exercise dapat menjadi referensi bagi fisioterapis untuk meningkatkan aktivitas fungsional tungkai bawah pada pekerja. Kata kunci: Aktivitas Fungsional, Barber, Ankle Strengthening Exercise Abstract Introduction: Barber is one of the professions that is at risk of experiencing a functional decline in the lower limbs caused by prolonged standing work positions. Efforts to improve functional activity can be made with exercise therapy in the form of ankle-strengthening exercises. Objective: This study aims to determine the effect of ankle-strengthening exercise on lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community. Research Method: This study was conducted on July 1-26, 2024 using an experimental research design with a quasi-experimental approach of one group pretest and posttest without a control group. The sample size was 37 people with the sampling technique using accidental sampling. Functional measurement of the lower limbs using FAAM and providing intervention using ankle strengthening exercise with a frequency of 3 times a week for 4 weeks. This study used a paired sample t-test. Research Results: The average FAAM value before intervention was 68.0832% while the FAAM value after the intervention was 87.8673% The results of the effect test using the paired sample t-test test obtained a p-value of 0.000 (<0.005), which means that there is an effect of Ankle-strengthening exercise on lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community.Conclusion: Ankle-strengthening exercise can increase lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community. Suggestion: Ankle strengthening exercise can be a reference for physiotherapists to improve lower limb functional activity in workers. Keywords: functional activity, barber, ankle strengthening exercise
Edukasi Fisioterapi Ergonomi Tentang Gangguan Muskuloskeletal dan Latihan Kesegaran Jasmani Pada Anak Usia Dini: Ergonomic Physiotherapy Education on Musculoskeletal Disorders and Physical Fitness Exercises in Early Childhood Nooryana, Syavira; Riska Kurnia Oktaviani; Gilang Nuari Panggraita; Khilwa Andinia; Takhnia Fathimatuzzahra; Septi Amanah; Najmada Aliyyana Dewi
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2552

Abstract

Edukasi mengenai postur tubuh dan ergonomi sejak dini merupakan upaya penting untuk menekan risiko kelainan perkembangan fisik dan gangguan kesehatan seperti nyeri leher, bahu, dan punggung pada anak. Berbagai studi menunjukkan tingginya prevalensi nyeri muskuloskeletal pada anak akibat kebiasaan/ postur tubuh yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait fisioterapi ergonomi, pencegahan gangguan muskuloskeletal (MSDs), dan pentingnya latihan kesegaran jasmani bagi siswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab berbasis alat bantu audio-visual (PowerPoint), serta pengenalan instrumen skrining muskuloskeletal (Nordic Questionnaire, Wong-Baker FACES Pain Scale, dan pengamatan postur). Kegiatan dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gumawang dengan sasaran 22 orang tua siswa TK ABA Aisyiyah Wiradesa. Kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Penyampaian materi mencakup definisi MSDs, faktor penyebab (beban tas 4–12 kg, durasi gawai >6 jam/hari, dan posisi duduk diperpanjang), pengukuran intensitas nyeri, hingga panduan praktis ergonomi di rumah (seperti penggunaan ganjalan penopang dan posisi siku-lutut yang tepat). Meskipun demikian, pelaksanaan skrining fisik secara langsung pada siswa terkendala jadwal kegiatan sekolah yang berbarengan, sehingga penguatan difokuskan pada kapasitas orang tua di rumah. Kegiatan edukasi ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pencegahan MSDs serta pentingnya latihan kesegaran jasmani anak. Disarankan adanya program keberlanjutan berupa pemeriksaan/skrining fisik langsung (direct screening) pada siswa secara berkala.