Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI DIALEKTIKA HEGEL DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS DISKUSI UNTUK MEMBANGUN PENGETAHUAN BARU PADA SISWA MENENGAH ATAS Arif Fahrudin; Arif Rumiyadi; Roza Cyintia Salwa Azhar; Yusuf Nurrahman; Endang Fauziati
Journal Central Publisher Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i6.670

Abstract

Latar Belakang : Dialektika Hegel, yang terdiri dari tiga tahapan utama: tesis, antitesis, dan sintesis, menjadi kerangka teoritik dalam menganalisis bagaimana diskusi di kelas mampu mendorong siswa membangun pengetahuan baru melalui pertentangan ide dan refleksi bersama. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dialektika Hegel, dan implementasi pemikiran dialektika Hegel dalam proses pembelajaran berbasis diskusi di lingkungan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Muhammadiyah. Metode : Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui Forum Grup Disscussion, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model diskusi yang mengikuti pola dialektika Hegel mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis, keberanian berpendapat, serta pemahaman konseptual siswa. Selain itu, pendekatan ini memperkuat karakter kolaboratif dan dialogis dalam proses pembelajaran. Kesimpulan : Penelitian ini merekomendasikan integrasi pemikiran filsafat dalam desain pembelajaran, khususnya di lingkungan pendidikan dengan jenjang siswa menengah atas, untuk menguatkan proses internalisasi nilai dan pembentukan karakter dan nalar kritis siswa.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI PENELITIAN: ANALISIS KOMPARATIF PARADIGMA POSITIVISTIK DAN INTERPRETIVISTIK DALAM KAJIAN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING Arif Fahrudin; Arif Rumiyadi; Roza Cyintia Salwa Azhar; Yusuf Nurrahman; Harsono
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi penelitian melalui analisis komparatif antara paradigma positivistik dan interpretivistik dalam mengkaji efektivitas model pembelajaran blended learning. Paradigma positivistik menekankan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Desain ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan blended learning dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional tatap muka penuh. Sebaliknya, paradigma interpretivistik menekankan pemahaman makna melalui studi pustaka dan Systematic Literature Review yang mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Melalui metode tersebut, penelitian ini menguraikan perbedaan asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis kedua paradigma serta relevansinya dalam mengevaluasi blended learning. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan positivistik efektif mengukur dampak terukur seperti hasil belajar, sedangkan pendekatan interpretivistik lebih mampu menjelaskan interaksi, pengalaman, dan persepsi peserta didik selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, kombinasi keduanya dalam pendekatan mixed methods direkomendasikan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif, mendalam, dan kontekstual.