Mustahar. AM, Muh. Abid
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Literasi Digital dan Kecerdasan Buatan sebagai Sumber Belajar bagi Siswa SMA Mustahar. AM, Muh. Abid; Haris, Hasnawi; Tenri Awaru, Andi Octamaya
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 7 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i7.4424

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes to the field of education, particularly through the use of artificial intelligence (AI) as a learning resource. In the context of 21st-century education, digital literacy skills have become essential competencies that learners must possess in order to adapt to and utilize technology critically, ethically, and productively. This article aims to conceptually examine the relationship between digital literacy and the use of AI in learning at the senior high school level. The study employs a library research method by drawing on various data sources, including national and international journal articles, scholarly books, and relevant research reports. Data collection techniques involve documentation and systematic literature review, while data analysis is conducted using content analysis to identify patterns, concepts, and theoretical findings. The results indicate that digital literacy plays a central role in determining the extent to which AI can be effectively utilized as a learning medium. Students with strong digital literacy skills tend to be able to use AI to expand their knowledge, enhance critical thinking abilities, and foster learning independence, whereas low digital literacy may lead to technological dependence and weaken reflective capacity. Therefore, strengthening digital literacy grounded in ethics and responsibility is an urgent need in optimizing the use of AI in the educational field.
Asesmen Yang Adil Secara Budaya (Culturally Fair Assessment): Konsep, Tantangan, Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Mustahar. AM, Muh. Abid; Ahmadin; Ibrahim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13665

Abstract

Asesmen yang adil secara budaya merupakan komponen penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan setara, terutama di tengah keragaman budaya, bahasa, serta latar sosial ekonomi peserta didik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen sering memuat bias budaya, baik melalui bahasa, konteks soal, maupun asumsi kognitif yang diambil dari budaya dominan. Bias ini berpotensi menurunkan validitas hasil penilaian dan menghambat peserta didik dari kelompok tertentu untuk menunjukkan kemampuan mereka secara autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep asesmen yang adil secara budaya, tantangan implementasinya, serta implikasinya bagi praktik pendidikan. Menggunakan metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai artikel ilmiah, baik artikel nasional maupun internasional, laporan kajian psikometrik, serta penelitian pendidikan lintas budaya untuk mengidentifikasi pola bias asesmen dan strategi pengembangannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor bahasa, konteks budaya, serta struktur kognitif dalam instrumen asesmen merupakan tantangan utama yang berdampak pada performa peserta didik. Selain itu, adaptasi instrumen tes dari konteks Barat ke lingkungan multikultural memerlukan rekonstruksi menyeluruh untuk menjamin validitas lintas budaya. Strategi penting dalam mewujudkan asesmen yang adil secara budaya meliputi penggunaan bahasa yang jelas dan netral, penyesuaian konteks, pelibatan ahli budaya, penggunaan asesmen alternatif, serta penyediaan akomodasi bagi peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen yang responsif budaya tidak hanya meningkatkan keadilan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan motivasi, partisipasi, dan kesetaraan hasil belajar di berbagai konteks pendidikan.