Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Dynamics in the Vidi Aldiano Case: A Review of Conflict of Interest and Intellectual Property Rights Syarah Syam Amir; Nurul Insi Syahruddi
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2619

Abstract

The copyright infringement case involving the singer Vidi Aldiano has drawn significant attention within the study of intellectual property law in Indonesia, particularly regarding conflicts of interest between creators, rights holders, and actors in the music industry. This study aims to analyze the legal dynamics that arise in the context of copyright disputes and conflicts of interest based on the prevailing laws and regulations in Indonesia. The research employs a doctrinal or normative legal approach with qualitative analysis of secondary data, including legislation, legal documents, news reports, and relevant public statements.The findings indicate that weaknesses in collective management systems and the lack of transparency in royalty administration constitute major triggers of conflict. Moreover, the blurred boundaries between personal, professional, and institutional interests within the music industry further complicate dispute resolution. This study recommends strengthening regulatory frameworks, enhancing legal protection for copyright holders, and increasing transparency within collective management organizations in the collection and distribution of royalties. These insights are expected to serve as a reference for policymaking and for future reform of Indonesia’s intellectual property law.
ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK SEBAGAI PELUANG MELEMAHNYA PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA GIG ECONOMY Syarah Syam Amir
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 07 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i07.2154

Abstract

Perkembangan gig economy di Indonesia membawa perubahan signifikan dalam pola hubungan kerja, khususnya melalui penggunaan perjanjian kemitraan berbasis kontrak baku. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum terkait penerapan asas kebebasan berkontrak yang dalam praktiknya seringkali menempatkan pekerja gig pada posisi yang tidak seimbang dengan pelaku usaha atau platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana asas kebebasan berkontrak dapat menjadi celah yang berpotensi melemahkan perlindungan hukum bagi pekerja gig economy, serta menelaah implikasinya terhadap sistem hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas kebebasan berkontrak dalam kontrak baku pada hubungan kemitraan sering kali mengabaikan prinsip keseimbangan dan keadilan, sehingga membuka peluang terjadinya penyalahgunaan keadaan dan pengurangan hak-hak normatif pekerja. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya regulasi khusus yang secara tegas mengatur status dan perlindungan pekerja gig economy dalam sistem hukum ketenagakerjaan nasional. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi dan penguatan prinsip perlindungan hukum guna menjamin kepastian dan keadilan bagi pekerja gig economy di Indonesia.