Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Loneliness on Narcissistic Tendencies with Self Disclosure As A Moderating Variable among Adult Social Media Users Suraya, Intan; Imawati, Diana; Umaroh, Siti Khumaidatul
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v8i2.8924

Abstract

The development of digital technology has increased every year, one of which is the use of social media. Social media creates a new space for self-presentation, which in turn poses psychological challenges such as loneliness and narcissistic tendencies. This study aims to examine the effect of loneliness on narcissistic tendencies with self-disclosure as a moderating variable. A quantitative approach and survey method were employed, using a non-probability sampling technique, specifically quota sampling. The study involved 503 respondents aged 18–40 years who were active users of social media platforms such as Facebook, Instagram, and TikTok. The analysis results indicate that loneliness has a significant influence on narcissistic tendencies, with a significance value of 0.000 and a coefficient of determination (R Square) of 0.187. This suggests that the higher the level of loneliness experienced by an individual, the higher their narcissistic tendencies. Furthermore, the results of the moderation test showed a significance value of 0.000 with a correlation (R Square) of 0.580. This means that individuals who experience loneliness and have a high level of self disclosure tend to exhibit stronger narcissistic behaviors.
Nilai Hambur Balik Akustik Terhadap Tingkat Tutupan dan Tinggi Kanopi yang Didominasi Jenis Lamun E. acoroides di Perairan Pulau Mantang Suraya, Intan; Ma'mun, Asep; Nugraha, Aditya Hikmat
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.63054

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perairan Pulau Mantang pada bulan Juli 2024 dengan tujuan untuk mengukur tutupan lamun, tinggi kanopi, serta menentukan nilai hambur balik akustik surface backscattering strength (SS) terhadap tingkat tutupan dan tinggi kanopi yang berbeda. Lamun merupakan ekosistem pesisir yang penting karena berperan sebagai habitat biota laut, penyerap karbon, dan penahan sedimen sehingga informasi terkait kondisi tutupan dan strukturnya sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan ekosistem pesisir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hidroakustik dengan instrumen single beam echosounder SIMRAD EK-15 berfrekuensi 200 kHz. Pengumpulan data diawali dengan survei lokasi yang memiliki hamparan lamun, kemudian dilakukan perekaman data akustik secara purposive sampling pada kondisi kapal diam dengan durasi 5 menit di setiap titik. Pengukuran tutupan lamun dilakukan menggunakan transek kuadran berukuran 50 × 50 cm yang dikategorikan menjadi tutupan jarang, sedang, dan padat. Selain itu, dokumentasi foto menggunakan kamera bawah air juga dilakukan untuk mendukung validasi hasil. Jumlah titik sampel yang diperoleh sebanyak 31 titik. Data akustik selanjutnya diolah dengan perangkat lunak ESP3 untuk mendapatkan nilai volume backscattering strength (Sv) dan surface backscattering strength (SS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SS terhadap tutupan lamun yang berbeda berkisar antara -40 dB hingga -20 dB. Analisis regresi linear sederhana antara nilai tutupan lamun dan SS menghasilkan persamaan y = 7,4728(Ln(x)) – 62,135 dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 62,22%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara tingkat tutupan lamun dengan nilai hambur balik akustik. Sebaliknya, uji regresi linear sederhana antara tinggi kanopi dan SS memperlihatkan hubungan yang sangat lemah dengan nilai R² = 0,0061 sehingga dapat disimpulkan bahwa tinggi kanopi tidak berpengaruh nyata terhadap variasi nilai hambur balik. Penelitian ini menegaskan bahwa parameter tutupan lamun memiliki pengaruh signifikan terhadap respon akustik, sedangkan tinggi kanopi tidak memberikan kontribusi yang berarti. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi penelitian lanjutan dalam pemanfaatan teknologi akustik untuk pemetaan lamun secara non-destruktif dan efisien di wilayah pesisir.