Penelitian ini membahas tentang perbandingan dialek Banjar Hulu dan Banjar Kuala, dua dialek utama dalam bahasa Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan aspek kebahasaan, khususnya kosakata, pelafalan fonem, dan struktur kalimat. Berdasarkan hasil analisis, dialek Banjar Hulu memiliki keragaman kosakata yang lebih luas dibandingkan dengan dialek Banjar Kuala, dengan logat yang lebih jelas dan khas. Sebaliknya, dialek Banjar Kuala cenderung memiliki logat yang lebih datar dengan pengaruh budaya asing yang lebih signifikan. Perbedaan kosakata, seperti diaku (aku) dalam bahasa Banjar Hulu dan unda (aku) dalam bahasa Banjar Kuala, mencerminkan perbedaan geografis dan sosial. Sementara itu, kesamaan struktur kalimat, seperti pola subjek-predikat-objek-kata keterangan, menunjukkan hubungan kebahasaan kedua dialek tersebut. Faktor historis, geografis, dan sosial, termasuk peran Banjarmasin sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan, turut memengaruhi perkembangan kedua dialek ini. Untuk melestarikan dialek Banjar Hulu dan Banjar Kuala, diperlukan dokumentasi kosakata, integrasi dalam pendidikan lokal, dan penggunaan teknologi melalui aplikasi digital. Dengan langkah-langkah ini, dialek Banjar dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang kaya dan sangat bernilai.