Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVIEW: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS RETINOL DAN BAKUCHIOL TERHADAP SINTESIS KOLAGEN DAN REGENERASI KULIT PADA PROSES PENUAAN Firlina Liovita; Mesyandha Edyuli; Keisya Yumna Salsabila; Saffanah Dhiya; Elianasari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v0s19g51

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses biologis progresif yang ditandai dengan penurunan elastisitas, menurunnya sintesis kolagen, dan melemahnya kemampuan regenerasi sel kulit. Retinol telah lama digunakan sebagai Gold Standar dalam terapi topikal anti-penuaan karena kemampuannya merangsang proliferasi sel dan meningkatkan pembentukan kolagen. Namun, retinol sering menimbulkan efek samping seperti iritasi, kemerahan, serta sensitivitas terhadap cahaya, sehingga penggunaannya terbatas pada jenis kulit tertentu. Sebagai alternatif, bakuchiol yang merupakan senyawa meroterpen fenolik dari tumbuhan Psoralea corylifolia, menawarkan efektivitas anti-penuaan yang serupa dengan retinol, tetapi dengan tolerabilitas yang lebih baik dan stabilitas yang lebih tinggi terhadap paparan cahaya. Review ini menganalisis 15 artikel ilmiah terbitan 2015–2025 untuk membandingkan efektivitas kedua bahan tersebut dalam merangsang sintesis kolagen dan regenerasi kulit. Hasil kajian menunjukkan bahwa retinol unggul dalam stimulasi biologis secara langsung melalui aktivasi reseptor retinoid, sementara bakuchiol memberikan efek yang stabil dan minim iritasi melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi. Keduanya terbukti meningkatkan elastisitas  kulit, namun bakuchiol tetap menjadi pilihan yang lebih aman untuk kulit sensitif dan penggunaan dalam jangka panjang.