Sholihah, Anisa'u Fitriyatus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NARASI EKOLOGIS DALAM SASTRA ANAK: KAJIAN EKOKRITIK BUKU EKOSISTEM DI LERENG GUNUNG AGUNG KARYA KETUT SUPARJANA : ECOLOGICAL NARRATIVES IN CHILDREN'S LITERATURE: AN ECOCRITICAL STUDY OF THE BOOK ECOSYSTEM ON THE SLOPES OF MOUNT AGUNG BY KETUT SUPARJANA Sholihah, Anisa'u Fitriyatus; Asih, Sri Nuri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2025): OKTOBER-NOVEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i1.4089

Abstract

Isu lingkungan hidup semakin mendapat perhatian dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) representasi alam sebagai subjek hidup, (2) nilai lokal dan ekospiritualitas, serta (3) tanggung jawab dan empati ekologis dalam buku anak Ekosistem di Lereng Gunung Agung karya Ketut Suprajana menggunakan teori ekokritik Buell dan Scott Slovic. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam direpresentasikan sebagai entitas yang hidup dan memiliki hubungan timbal balik dengan manusia. Alam tidak hanya menjadi latar peristiwa, tetapi hadir sebagai subjek yang aktif dan berperan dalam membentuk kesadaran ekologis tokoh-tokohnya. Nilai lokal dan ekospiritualitas tercermin melalui kearifan masyarakat desa di lereng Gunung Agung yang menjaga keseimbangan alam lewat awig-awig adat dan ritual penghormatan terhadap sumber kehidupan. Sementara itu, tanggung jawab dan empati ekologis tergambar dari tindakan tokoh anak-anak yang belajar memahami pentingnya merawat lingkungan melalui pengalaman langsung bersama alam. Penelitian ini menegaskan bahwa Ekosistem di Lereng Gunung Agung tidak hanya menyampaikan pesan moral tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran ekospiritual yang berakar pada budaya lokal. Dalam konteks pembelajaran anak, karya ini memiliki relevansi penting sebagai bahan ajar sastra yang memadukan aspek kognitif (pengetahuan tentang alam), afektif (rasa cinta dan empati terhadap alam), dan moral (tanggung jawab menjaga lingkungan). Dengan demikian, sastra anak berperan sebagai ruang pembentukan karakter ekologis yang menumbuhkan generasi beretika lingkungan.