Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Peran Tenaga Kerja Rumah Sakit dalam Mewujudkan Rumah Sakit Unggul Berbasis Pelayanan Berkualitas Febriantie, Nadya; Ardan, M.
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 11 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i11.4973

Abstract

Hospitals are one of the healthcare facilities that play an important role in providing services to the community through various interacting disciplines. The main objective of this activity is to analyze the effectiveness of hospital administrative management and to identify operational issues that affect the quality of services. The community service activity was conducted at UPTD RSUD Kelas D Pratama Sendawar from September 1 to September 30, 2025. Based on the results of observations, interviews, and situational analysis, it was found that the shortage of administrative staff is the main issue that directly impacts service efficiency. The limited number of administrative employees forces staff from other units to take on multiple roles, resulting in excessive workloads, service delays, and reduced coordination effectiveness between units. The analysis using the fishbone method indicated that the root causes of the problem are related to human resource factors, regional policies, limited budgets, and obstacles in the recruitment process for civil servants (ASN) and contract workers. Alternative solutions were analyzed using the Reinke Method, and the main recommendation was to conduct workload evaluations and implement a more proportional redistribution of tasks. Medium-term recommendations include proposing new ASN positions and recruiting contract workers (TKK) through the BLUD mechanism. This community service activity emphasizes that optimizing the role of administrative personnel plays a crucial part in realizing high-quality and competitive hospital services.
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Febriantie, Nadya; Ardan, M.; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55416

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan penyakit kronis merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, namun masih dipengaruhi oleh berbagai determinan, salah satunya tingkat sosial ekonomi. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengakses layanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pengobatan, serta mempertahankan kepatuhan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi pasien dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 pasien penyakit kronis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat sosial ekonomi dan kepatuhan pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat sosial ekonomi yang baik (87,1%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (94%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan pengobatan, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sosial ekonomi berperan dalam mendukung kepatuhan pasien, faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan sistem pelayanan kesehatan juga memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan perlu dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada edukasi pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.