Kartika, Parsya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk Ekspresi dan Dimensi Gelap Kumpulan Puisi Ritus Konawe Karya Iwan Konawe: Telaah Pragmatik Samsuddin, Samsuddin; Kartika, Parsya; H, Nurul Tsani; Merlyn, Merlyn
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk ekspresi dimensi gelap dalam kumpulan puisi Ritus Konawe, (2) menganalisis maknanya dengan pendekatan pragmatik, (3) integrasi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis kearifan lokal, dan (4) sarana pengembangan pragmatik dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik content analysis. Data penelitian ini berupa diksi yang bermakna dimensi gelap. Data dianalisis melalui tahapan: pembacaan intensif, identifikasi, kategorisasi, penguraian makna, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan secara sistematis, faktual, dan akurat untuk mengungkap sisi gelap kumpulan puisi Ritus Konawe. Hasil penelitian menunjukkan. Bentuk ekspresi penyair dalam puisi dapat dipahami melalui dua sisi, yaitu (1) bentuk dan (2) isi. Sisi gelap puisi Di Punggung Tahura Murhum berkaitan dengan kegelisahan penyair mengenai kondisi Punggung Tahura Murhum, sebuah pemukinan di kota Kendari yang kondisnya sangat memprihatinkan. Puisi Perawan Gungung mengungkap sisi gelap kehidupan sebagian perempuan di Kota kendadri. Secara spesifik penyair menyorot kehidupan perempuan malam yang mencari hidup di jalanan, diskotik, café dan hetel-hotel. Hasil penelitian ini dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada fase F (kelas 11 dan 12) pada elemen berbicara, mempresentasikan dan menulis.
BERT-Based Grammatical Error Analysis in Indonesia Senior High School Essays Tundreng, Syarifuddin; Alfian, Heri; Kartika, Parsya; Nisa, Azka Airin
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i2.18551

Abstract

In high-resource languages, automated grammatical error detection has rapidly evolved; however, there are still few technologies that are comparable for Bahasa Indonesia, especially in secondary school settings. Although spelling, morphology, syntax, and diction are common problems for Indonesian senior high school students, AI-assisted feedback systems specifically designed for Indonesian writing are still in their infancy. The use of IndoBERT-base for grammatical error analysis in 82 senior high school student essays totaling 10,911 words is examined in this work. Following two expert raters' hand annotation, 1,872 grammatical mistakes were found in four different categories. Prior to analysis utilizing a refined IndoBERT-base model, the essays underwent pre-processing procedures including as tokenization, normalization, and alignment with gold-standard annotations. F1-score, which is calculated by comparing predicted labels with teacher-validated error tags, accuracy, precision, and recall were used to assess the model's performance. The model demonstrated good agreement (80%) with human raters and correctly identified 1,594 mistakes, yielding a detection rate of 85.1%. Due to their contextual and semantic complexity, syntax and diction showed reduced accuracy, whereas spelling and morphology identification showed especially good performance. These results suggest that automated grammatical analysis of Indonesian student writing can be successfully supported by transformer-based models. Nonetheless, shortcomings in managing discourse-level interdependence underscore the ongoing significance of human assessment. The study supports the incorporation of hybrid human–AI feedback systems to improve writing teaching in the classroom and advances the development of AI-assisted grammar tools for Indonesian education.