Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk ekspresi dimensi gelap dalam kumpulan puisi Ritus Konawe, (2) menganalisis maknanya dengan pendekatan pragmatik, (3) integrasi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis kearifan lokal, dan (4) sarana pengembangan pragmatik dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik content analysis. Data penelitian ini berupa diksi yang bermakna dimensi gelap. Data dianalisis melalui tahapan: pembacaan intensif, identifikasi, kategorisasi, penguraian makna, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan secara sistematis, faktual, dan akurat untuk mengungkap sisi gelap kumpulan puisi Ritus Konawe. Hasil penelitian menunjukkan. Bentuk ekspresi penyair dalam puisi dapat dipahami melalui dua sisi, yaitu (1) bentuk dan (2) isi. Sisi gelap puisi Di Punggung Tahura Murhum berkaitan dengan kegelisahan penyair mengenai kondisi Punggung Tahura Murhum, sebuah pemukinan di kota Kendari yang kondisnya sangat memprihatinkan. Puisi Perawan Gungung mengungkap sisi gelap kehidupan sebagian perempuan di Kota kendadri. Secara spesifik penyair menyorot kehidupan perempuan malam yang mencari hidup di jalanan, diskotik, café dan hetel-hotel. Hasil penelitian ini dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada fase F (kelas 11 dan 12) pada elemen berbicara, mempresentasikan dan menulis.
Copyrights © 2025