Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adab Guru dan Murid dalam Kitab Ādābul ‘Ālim Wal-Muta‘Allim Karya Muḥammad Hasyim Asy’ari: Telaah Kritis dan Relevansinya Bagi Pendidikan Islam Kontemporer Setiawan, Moch. Adin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32605

Abstract

Kitab Ādābul ‘Ālim wal-Muta‘allim karya Muḥammad Hasyim Asy‘ari merupakan salah satu rujukan paling penting mengenai etika guru dan murid dalam tradisi pendidikan Islam Nusantara. Artikel ini mengkaji struktur konseptual adab dalam kitab tersebut, menelaah fondasi epistemologisnya, serta mengaitkannya dengan paradigma pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan analisis isi dan pendekatan hermeneutik untuk membaca teks klasik dalam konteks modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep adab yang ditawarkan Hasyim Asy‘ari berlandaskan spiritualitas, moralitas, dan hubungan hierarkis yang khas dalam tradisi ta‘līm wal-tarbiyah pesantren. Struktur adab murid menekankan ketulusan niat, penghormatan terhadap guru, kedisiplinan, dan kesucian hati; sementara adab guru berpijak pada integritas moral, keteladanan, serta orientasi akhlaqiyah dalam proses penyampaian ilmu. Dalam konteks kontemporer, nilai tersebut tetap relevan, tetapi perlu ditafsirkan ulang untuk menyeimbangkan hierarki tradisional dengan pedagogi partisipatif, profesionalisme guru, serta tantangan etika digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa adab bukan sekadar aspek tambahan pendidikan, namun menjadi fondasi filosofis yang harus hadir dalam desain pendidikan Islam masa kini.
Integrasi Ilmu Akhlak dan Tasawuf dalam Sistem Keilmuan Islam: Relasi Epistemologis dengan Ilmu Tauhid, Fikih, Ushul Fikih, dan Qawa‘Id Fiqhiyyah (Sebuah Telaah Kritis) Setiawan, Moch. Adin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8922

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan organik antara ilmu akhlak dan tasawuf dengan disiplin dasar keilmuan Islam lainnya, yakni ilmu tauhid, ilmu fikih, ushul fikih, serta qawa‘id fiqhiyyah. Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa ilmu akhlak dan tasawuf bukan sekadar cabang moralitas, melainkan jantung spiritual yang menghidupkan bangunan syariat dan aqidah. Dengan pendekatan analitis–kritis, penulis membahas bagaimana tasawuf memurnikan orientasi batin, sementara akhlak membentuk praksis moral yang terukur dalam kehidupan sosial. Integrasi ini menunjukkan bahwa tauhid menyediakan fondasi teologis, fikih menjadi kerangka legal-formal, sedangkan ushul fikih dan qawa‘id fiqhiyyah menawarkan metodologi dalam memproduksi hukum. Di antara semuanya, tasawuf dan akhlak berperan sebagai energi transformatif yang menyempurnakan maqashid keagamaan. Studi ini menegaskan bahwa bangunan keilmuan Islam bersifat interdependen, bukan fragmentatif. Implikasi temuan ini mengarah pada urgensi reintegrasi keilmuan dalam kurikulum pendidikan Islam, pendekatan fatwa yang berorientasi maqashid dan etika, serta penguatan karakter ilmuwan Muslim yang memadukan ketajaman intelektual dengan kedalaman spiritual. Artikel ini menyimpulkan bahwa tasawuf dan akhlak merupakan jembatan epistemik antara dimensi teoretik dan praksis syariat, sehingga keduanya perlu direvitalisasi dalam studi keislaman kontemporer.