Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN HADIS DALAM TAFSIR SOSIAL M.QURAISH SHIHAB : STUDI ATAS TAFSIR AL-MISBAH Bela Adil Pertiwi; Uswatun Hasanah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6378

Abstract

Al-Qur’an dan hadis merupakan dua sumber utama ajaran Islam yang saling melengkapi dalam memberikan pedoman kehidupan umat manusia. Melalui tradisi tafsir, hubungan antara keduanya dapat dipahami secara lebih mendalam dan kontekstual. Penelitian ini membahas peranan hadis dalam penafsiran ayat-ayat sosial menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), kajian ini menelusuri bagaimana Quraish Shihab mengintegrasikan hadis sebagai penjelas wahyu, penguat makna ayat, sumber nilai moral, serta landasan moderasi dalam membaca fenomena sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis tidak hanya menjadi sumber hukum, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman etik dan sosial yang memperkaya makna ayat-ayat Al-Qur’an. Quraish Shihab menggunakan hadis untuk menjembatani antara teks dan konteks, menegaskan nilai-nilai universal Islam seperti keadilan, kemanusiaan, toleransi, dan pluralisme. Pendekatan moderat dan humanis yang dibangun melalui integrasi Al-Qur’an dan hadis menjadikan Tafsir al-Mishbah relevan dalam menghadapi tantangan masyarakat modern, sehingga mampu merefleksikan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin.
Integrasi Ilmu, Budaya, dan Modernitas dalam Perspektif Al Qur’an Bela Adil Pertiwi; Kusnadi; Aristophan Firdaus
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.887

Abstract

Perkembangan modernitas yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Perubahan tersebut kerap menimbulkan ketegangan antara tradisi budaya lokal dan tuntutan zaman modern, khususnya dalam konteks masyarakat Muslim. Dalam situasi ini, Al-Qur’an sering kali diposisikan secara dilematis, antara dipahami secara normatif-tekstual atau dituntut untuk mampu menjawab realitas sosial yang terus berubah. Oleh karena itu, diperlukan kerangka pemahaman yang menempatkan Al-Qur’an sebagai sumber nilai yang mampu mengintegrasikan ilmu, budaya, dan modernitas secara seimbang dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat berfungsi sebagai landasan integratif dalam menyatukan tradisi budaya dan tuntutan modernitas, serta menjelaskan prinsip-prinsip Qur’ani yang relevan dalam pembangunan peradaban. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis tematik terhadap literatur tafsir, pemikiran Islam kontemporer, dan kajian budaya Islam Nusantara. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan ilmu sebagai fondasi kemuliaan manusia, budaya sebagai ekspresi kreatif yang diakui dan diarahkan oleh nilai etika, serta modernitas sebagai realitas zaman yang harus disikapi secara kritis dan selektif. Prinsip tauhid, wasathiyah, keadilan, dan tafsir kontekstual menjadi kunci integrasi ketiganya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peradaban Islam yang ideal bukanlah peradaban yang menolak budaya dan modernitas, melainkan peradaban yang mampu mengolah tradisi dan pembaruan dalam bingkai nilai Qur’ani. Penelitian ini menyarankan penguatan pendekatan living Qur’an dan tafsir kontekstual agar nilai Al-Qur’an tetap relevan dan aplikatif dalam menghadapi dinamika sosial kontemporer.