Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Persepsi Pengguna terhadap MFA pada Aplikasi SAKTI Berdasarkan TAM Herman, Grace Anne Sheila; Sendjaja, Theodorus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1100

Abstract

enelitian ini menganalisis penerimaan Multi-Factor Authentication (MFA) pada aplikasi SAKTI dengan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas oleh Perceived Security (PS). Analisis menggunakan PLS-SEM untuk mengevaluasi model pengukuran dan model struktural. Survei potong lintang terhadap 69 pengguna dilakukan sebagai dasar analisis. Hasil menunjukkan PS berpengaruh kuat terhadap Perceived Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU), dengan signifikansi tinggi (p < 0,001), sementara PU dan PEOU membentuk sikap terhadap MFA (ATT) secara positif, keduanya signifikan (PU: p = 0,010; PEOU: p = 0,011), sedangkan hubungan langsung PEOU ke PU tidak terbukti (p = 0,870). Temuan ini menegaskan PS sebagai variabel eksternal kunci yang memperkaya penerapan TAM pada konteks penggunaan wajib di sektor publik. Persepsi pengguna menegaskan bahwa MFA dipandang meningkatkan perlindungan akun dan data, namun sebagian masih merasakan kendala penggunaan berupa waktu tambahan, ketergantungan perangkat, serta proses pemulihan yang belum mulus. Untuk meningkatkan penerimaan, kebijakan penguatan keamanan perlu disertai pengurangan kendala penggunaan dan perbaikan pengalaman pemulihan, agar keseimbangan antara keamanan dan kemudahan tercapai sehingga kemanfaatan dan kemudahan yang dirasakan mendorong terbentuknya sikap positif terhadap MFA yang wajib di aplikasi SAKTI.   This study analyzes user acceptance of Multi-Factor Authentication (MFA) in the SAKTI application using the Technology Acceptance Model (TAM) extended with Perceived Security (PS). PLS-SEM was employed to evaluate the measurement and structural models. A cross-sectional survey of 69 users provided the empirical basis. The results show that PS strongly influences Perceived Usefulness (PU) and Perceived Ease of Use (PEOU), with high significance (p < 0.001), while PU and PEOU positively shape attitudes toward MFA (ATT), both significant (PU: p = 0.010; PEOU: p = 0.011). In contrast, the direct relationship from PEOU to PU is not supported (p = 0.870). These findings position PS as a key external variable that enriches the application of TAM in mandatory-use settings within the public sector. User perceptions indicate that MFA is seen as enhancing account and data protection, although some still experience usage constraints such as additional time at login, device dependence, and recovery processes that are not yet seamless. To improve acceptance, security-strengthening policies should be accompanied by reductions in usage constraints and improvements in recovery experience, so that a balance between security and ease is achieved and perceived usefulness and ease foster more positive attitudes toward mandatory MFA in SAKTI.