Tingginya penggunaan gadget di kalangan mahasiswa meningkatkan risiko terjadinya text neck syndrome dan nyeri leher sebagai dampak dari postur tubuh yang tidak ergonomis. Mahasiswa tahun pertama di Universitas Muhammadiyah Gombong merupakan kelompok dengan intensitas penggunaan gadget yang tinggi, sehingga diperlukan upaya preventif melalui edukasi kesehatan yang terstruktur. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pencegahan text neck syndrome melalui edukasi kesehatan, demonstrasi pemeriksaan fisik keperawatan, serta pelatihan senam peregangan otot leher dan bahu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 100 mahasiswa tingkat satu yang aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada November 2025 dengan tahapan: pretest, penyuluhan tentang penggunaan gadget secara ergonomis dan text neck syndrome, demonstrasi pemeriksaan fisik head to toe, demonstrasi senam peregangan leher, latihan peregangan otot leher dan bahu, serta posttest. Pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi praktik digunakan sebagai strategi edukasi utama. Terjadi peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari 75% kategori kurang pada pretest menjadi 85% kategori baik pada posttest. Peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami konsep text neck syndrome, penggunaan gadget secara ergonomis, serta keterampilan melakukan peregangan leher dan bahu. Temuan ini selaras dengan teori pendidikan kesehatan yang menyatakan bahwa metode edukasi disertai praktik langsung efektif memperkuat domain kognitif dan psikomotor peserta. Media pembelajaran berupa poster edukatif turut meningkatkan pemahaman visual dan keterlibatan peserta. Edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan demonstrasi pemeriksaan fisik dan senam peregangan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa terkait pencegahan text neck syndrome. Mahasiswa berpotensi menjadi agen perubahan dalam mempromosikan kesehatan muskuloskeletal di lingkungan kampus maupun masyarakat.