Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor pemicu perilaku agresif pada remaja akhir di Desa Dumoga Satu, Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian terdiri dari dua remaja akhir yang menunjukkan perilaku agresif yang berdomisili di Desa Dumoga Satu, Kabupaten Bolaang Mongondow, serta enam informan pendukung dari lingkungan terdekat subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif pada remaja tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kepribadian temperamental, emosi yang tidak stabil, serta kontrol diri yang rendah. Faktor eksternal terdiri atas pola asuh keras, pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial yang rawan konflik, paparan media yang mengandung unsur emosional, serta situasi sosial provokatif. Subjek Gino cenderung menunjukkan agresi fisik secara langsung seperti memukul, mendorong, melempar barang ketika marah. sedangkan Subjek Andre lebih dominan menampilkan agresi verbal, seperti berkatar kasar, mengancam, menyindir atau menggunakan nada tinggi ketika merasa tersinggung. Kedua subjek menunjukkan respons emosional terutama ketika berada pada situasi yang memicu konflik, khususnya dalam lingkungan sosial yang kurang mendukung pengendalian emosi yang memicu perilaku agresif.