Putri, Elvanda Helzalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversification of Shallots (Brama Powder) in Community Service Program Wismaningsih, Endah Retnani; Susilowati, Indah; Zuliana, Ni’matu; Nurkhalim, Ratna Frenty; Ulilalbab, Arya; Putri, Elvanda Helzalia; Khoir, Ana Miftahul; Pawarti, Rona; Kurniawati, Nurul Istiqomah; Mukminati, Ana Zahratul; Arnawa, Gini Driya; Almahabbah, Fakihuddin; Hagarini, Pasha Aurischa
Media Karya Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v8i2.67250

Abstract

This community service program aims to increase the added value and competitiveness of shallots through the innovation of BRAMA shallot powder (Brambang Mama) as a signature product of Karangsemi Village, Gondang District, Nganjuk Regency. The main problem faced by the community is the fluctuating price of shallots, particularly during harvest seasons, which leads to decreased income for farmers. The method consisted of collecting gender-disaggregated data, coordinating with the village government and the SAPA MAMA group, conducting intensive training on processing shallots into powder, packaging and branding techniques, and providing technical assistance in production technology. The results show that participants were able to produce high-quality shallot powder with a distinctive taste and aroma, as well as attractive packaging. BRAMA was agreed upon as a flagship village product to be marketed through UMKM, village bazaars, and sub-district-level promotion. This program had a positive impact by improving community skills, utilizing local potential, and creating sustainable business opportunities. Further training on packaging design, business management, PIRT and halal certification, as well as digital marketing strategies is recommended to strengthen BRAMA as a culinary identity of Nganjuk and to support the village’s economic resilience.Keywords: Shallot; Community empowerment; Village flagship product; BRAMA powder
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI INDONESIA TAHUN 2023 Sari, Nofita; Pangestuti, Ayu; Wismaningsih, Endah Retnani; Putri, Elvanda Helzalia; Utomo, Afina Putri
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v10i2.6482

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia yang dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) dan terus menjadi salah satu faktor utama kematian, dengan tingkat fatalitas kasus (CFR) yang relatif tinggi. Sesuai Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, tercatat sekitar 4.485.513 kasus diare pada semua kelompok usia, dengan tingkat cakupan pelayanan mencapai 61,7%. Tujuan: menganalisis hubungan antara akses air minum, akses higiene, dan ketersediaan sabun dengan prevalensi diare pada semua kelompok usia di Indonesia, menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia 2023. Metode: menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu pengukuran variabel independen dan variabel dependen dilakukan dalam satu waktu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tidak ada akses air minum, akses air minum tidak layak, akses air minum layak terbatas, akses air minum layak dasar, akses higiene terbatas, akses higiene dasar, proporsi ketersediaan sabun, sedangkan untuk variabel dependen penelitian ini adalah Prevalensi Diare pada Semua Umur menurut Provinsi. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara prevalensi diare dengan variabel-variabel akses air minum dan higiene memiliki kekuatan dan arah yang bervariasi. Secara umum, variabel yang berhubungan signifikan dengan prevalensi diare adalah akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun (p < 0,05), sedangkan variabel terkait akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun sedangkan akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.