Utomo, Afina Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI INDONESIA TAHUN 2023 Sari, Nofita; Pangestuti, Ayu; Wismaningsih, Endah Retnani; Putri, Elvanda Helzalia; Utomo, Afina Putri
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v10i2.6482

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia yang dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) dan terus menjadi salah satu faktor utama kematian, dengan tingkat fatalitas kasus (CFR) yang relatif tinggi. Sesuai Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, tercatat sekitar 4.485.513 kasus diare pada semua kelompok usia, dengan tingkat cakupan pelayanan mencapai 61,7%. Tujuan: menganalisis hubungan antara akses air minum, akses higiene, dan ketersediaan sabun dengan prevalensi diare pada semua kelompok usia di Indonesia, menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia 2023. Metode: menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu pengukuran variabel independen dan variabel dependen dilakukan dalam satu waktu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tidak ada akses air minum, akses air minum tidak layak, akses air minum layak terbatas, akses air minum layak dasar, akses higiene terbatas, akses higiene dasar, proporsi ketersediaan sabun, sedangkan untuk variabel dependen penelitian ini adalah Prevalensi Diare pada Semua Umur menurut Provinsi. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara prevalensi diare dengan variabel-variabel akses air minum dan higiene memiliki kekuatan dan arah yang bervariasi. Secara umum, variabel yang berhubungan signifikan dengan prevalensi diare adalah akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun (p < 0,05), sedangkan variabel terkait akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun sedangkan akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPUREJO KOTA KEDIRI: Description of Knowledge and Attitudes of Women of Childbearing Age Towards the Incidence of Anemia in the Work Area of Campurejo Health Center, Kediri City Abbas, Akhmadi; Jayanti, Krisnita Dwi; Utomo, Afina Putri; Harliana, Evita Anistasya; Sub, Jhon
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh Wanita Usia Subur (WUS) dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, menurunnya produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur terhadap kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Campurejo, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 210 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 36–49 tahun (70,5%), berpendidikan terakhir SMA (63,3%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (62,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada dalam kategori cukup (58,1%), sedangkan sikap terhadap pencegahan anemia tergolong baik (60%). Meskipun demikian, masih ditemukan 31% responden yang memiliki riwayat anemia dan 30,5% mengalami gejala anemia. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan sikap responden terhadap anemia sudah tergolong baik, namun masih diperlukan intervensi edukatif dan promotif yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam pencegahan anemia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program kesehatan di tingkat puskesmas untuk menurunkan angka kejadian anemia pada WUS. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh Wanita Usia Subur (WUS) dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, menurunnya produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur terhadap kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Campurejo, Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 210 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 36–49 tahun (70,5%), berpendidikan terakhir SMA (63,3%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (62,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada dalam kategori cukup (58,1%), sedangkan sikap terhadap pencegahan anemia tergolong baik (60%). Meskipun demikian, masih ditemukan 31% responden yang memiliki riwayat anemia dan 30,5% mengalami gejala anemia. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan sikap responden terhadap anemia sudah tergolong baik, namun masih diperlukan intervensi edukatif dan promotif yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata dalam pencegahan anemia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program kesehatan di tingkat puskesmas untuk menurunkan angka kejadian anemia pada WUS.