Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang selama periode 2014–2023 yang dipengaruhi oleh belanja modal, belanja barang dan jasa, dan belanja pegawai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan cara pengumpulan data menggunakan data sekunder seperti data laporan rekapitulasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Belanja barang dan jasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menunjukkan bahwa pengeluaran untuk gaji dan tunjangan ASN belum mampu mendorong peningkatan PDRB secara nyata. Belanja pegawai berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menunjukkan bahwa pengeluaran untuk kebutuhan operasional dan pelayanan publik dapat meningkatkan aktivitas ekonomi daerah. Di sisi lain, karena proyek infrastruktur bersifat jangka panjang dan tidak memberikan dampak langsung, belanja modal memiliki dampak negatif dan kecil terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,915, ketiga variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini menunjukkan bahwa tiga jenis belanja tersebut bertanggung jawab atas 91,5% dari variasi pertumbuhan ekonomi. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran daerah harus efektif dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang. Selain itu, penelitian ini menyajikan bukti nyata tentang betapa pentingnya keefektifan distribusi anggaran oleh pemerintah daerah sehingga pengeluaran publik tidak hanya terfokus pada belanja rutin, tetapi juga pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan produktivitas daerah. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai saran bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pengelolaan keuangan yang lebih tepat, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.