Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis SWOT Faktor Internal Sekolah untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sulistiyowati, Nourma Ayu; Anasari, Tri; Abdillah, Definka Puan Shalika; Soekarno, Gustina Anugerahwati; Narimo, Sabar; Anif, Sofyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4089

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap bagaimana sekolah dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta meminimalkan kelemahan (weaknesses) yang berpotensi menghambat perkembangan sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuisioner, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi internal sekolah. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil pengolahan data, ditemukan bahwa sekolah memiliki kekuatan (strengths) yang sangat dominan dengan persentase mencapai 86%. Kekuatan ini tercermin pada kompetensi guru yang baik, lingkungan sekolah yang kondusif, serta hubungan kerja sama yang harmonis antara guru, siswa, dan pimpinan sekolah. Faktor-faktor tersebut menjadi fondasi penting bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Selanjutnya hasil analisis pada kelemahan (weaknesses) menunjukkan persentase 63%. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan antara lain pemanfaatan sarana dan prasarana pembelajaran yang belum optimal, motivasi belajar siswa yang cenderung rendah, serta kurangnya kegiatan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Kondisi ini mengindikasikan perlunya strategi perbaikan yang lebih terarah. Dengan mengoptimalkan kekuatan yang telah dimiliki dan secara simultan mengatasi berbagai kelemahan tersebut, MTs Yosodipuro Pengging memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan dan mencapai standar pendidikan yang lebih baik.
Strategi Implementasi TIK Untuk Meningkatkan Efektivitas Manajemen dan Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Anasari, Tri; Abdillah, Definka Puan Shalika; Sulistiyowati, Nourma Ayu; Soekarno, Gustina Anugerahwati; Murtiyasa, Budi; Masduki, Masduki
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 7 (2025): December 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i7.8804

Abstract

This study aims to analyze the strategy of implementing Information and Communication Technology (ICT) in improving the effectiveness of school management and the quality of learning. The study uses a qualitative approach with a case study method, focusing on schools that have implemented ICT in managerial activities and teaching and learning processes. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, involving various parties such as principals, administrative staff, teachers, and students. The analysis was conducted using a triangulation approach of sources and methods, and supported by a SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and challenges in the implementation of ICT. The research strategically strengthened the school management system through administrative efficiency, increased data accuracy, and more integrated monitoring of academic performance. The results of ICT implementation also contributed to increased teacher interaction as shown by a total average of 4.03 that teachers have a positive perception of ICT implementation, especially in the aspects of leadership support (average 4.60) and availability of facilities (4.50). Student results show a total average of 3.91 students rating the implementation of ICT in schools as Good, with the most prominent aspects being more engaging learning (4.25) and the convenience of learning using ICT (4.10). However, several obstacles remain, such as limited digital infrastructure, a lack of teacher competence in mastering technology, and resistance to changes in work culture. As recommendations, this study offers three main steps in ICT implementation: (1) gradually strengthening digital infrastructure according to school needs, (2) improving educator competence through training based on real needs, and (3) implementing a flexible and sustainable ICT management evaluation system. With the support of visionary school policies and increased digital literacy among all school members, digital transformation is expected to create an innovative, collaborative, and quality-oriented learning ecosystem in the digital era.
Peran Sumber Daya Manusia dalam Strategi Pengelolaan Dana BOS di Sekolah Menengah Pertama Abdillah, Definka Puan Shalika; Soekarno , Gustina Anugerahwati; Anasari, Tri; Sulistiyowati, Nourma Ayu; Harsono, Harsono; Suyatmini, Suyatmini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4827

Abstract

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah melalui pendanaan langsung kepada satuan pendidikan. Namun, efektivitas pengelolaan dana BOS sangat ditentukan oleh kualitas dan peran sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran SDM dalam strategi pengelolaan dana BOS di Sekolah Menengah Pertama, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sragen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, studi dokumentasi, dan analisis dokumen keuangan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM sekolah terdiri dari kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite memiliki peran strategis dalam memastikan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Pada tahap perencanaan, kepala sekolah berperan sebagai pengarah kebijakan anggaran; pada tahap pelaksanaan, bendahara dan tim BOS bertanggung jawab terhadap administrasi dan pelaporan; sedangkan pada tahap evaluasi, guru dan komite sekolah berperan dalam memberikan masukan dan pengawasan. Temuan menunjukkan bahwa kompetensi, kolaborasi, dan integritas SDM menjadi faktor utama dalam keberhasilan strategi pengelolaan dana BOS di sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas SDM dalam manajemen keuangan pendidikan agar tercapai efektivitas dan transparansi yang berkelanjutan.