Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kondisi Fisik Lingkungan Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Indonesia (Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023) Oktavia, Sintia; Hidayati, Fajrina; Lesmana, Oka; Butar Butar, Marta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4109

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia, yang menempati posisi kedua dengan beban kasus tertinggi di dunia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kondisi fisik lingkungan rumah dan faktor host dengan kejadian TB paru melalui secondary data analysis Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Desain penelitian cross sectional diterapkan pada 877.531 rumah tangga yang memenuhi kriteria inklusi dan mewakili 38 provinsi di Indonesia. Analisis univariat, bivariat, dan multivariat dilakukan untuk mengevaluasi kontribusi faktor lingkungan seperti kepadatan hunian, jenis lantai, dinding, ventilasi, akses air minum, dan sanitasi, serta faktor host meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, riwayat kontak, dan keberadaan perokok dalam rumah tangga. Hasil menunjukkan prevalensi TB paru sebesar 0,3%. Analisis bivariat menemukan sebagian besar variabel lingkungan dan host memiliki hubungan signifikan dengan kejadian TB paru. Pada model multivariat, variabel yang tetap signifikan adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, riwayat kontak TB, dan keberadaan perokok, dengan riwayat kontak menjadi faktor paling dominan dalam menentukan risiko TB. Model akhir mampu menjelaskan 47,9% variasi kejadian TB paru. Temuan ini menegaskan bahwa penularan TB tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik individu, tetapi juga oleh interaksi antara paparan langsung di dalam rumah dan kualitas lingkungan fisik hunian. Oleh karena itu, intervensi pencegahan harus mempertimbangkan pendekatan komprehensif yang mencakup perbaikan kondisi lingkungan, pengurangan faktor risiko dalam rumah tangga, serta penguatan deteksi dini pada individu dengan riwayat kontak.