Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi pemasaran berbasis digital pada destinasi wisata heritage Istano Basa Pagaruyung yang memiliki nilai sejarah dan budaya Minangkabau. Dalam konteks pariwisata modern, strategi komunikasi digital berperan penting dalam membentuk citra destinasi dan memengaruhi minat berkunjung wisatawan, khususnya generasi muda yang sangat bergantung pada media sosial dan teknologi informasi. Oleh karena itu, penguatan komunikasi pemasaran digital menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga relevansi destinasi budaya di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi daring, analisis konten media sosial, serta wawancara informal dengan wisatawan yang pernah berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung. Kerangka teori yang digunakan meliputi konsep pariwisata heritage, komunikasi pemasaran digital, brand image destinasi, serta peran user-generated content dalam membangun narasi dan persepsi publik terhadap sebuah objek wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran digital di Istano Basa Pagaruyung belum optimal. Pengelola belum memiliki situs resmi sebagai pusat informasi digital, aktivitas media sosial tidak konsisten, serta storytelling budaya belum disampaikan secara menarik dan informatif melalui konten digital. Sebagian besar eksposur destinasi justru berasal dari unggahan wisatawan, sehingga narasi berkembang secara organik tanpa arahan yang jelas dan berpotensi menyederhanakan nilai heritage. Selain itu, rendahnya kolaborasi digital, minimnya inovasi konten, serta belum adanya pemanfaatan teknologi interpretatif seperti tur virtual, augmented reality (AR), atau sistem informasi berbasis aplikasi turut melemahkan efektivitas promosi digital. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan inovatif untuk meningkatkan citra serta daya saing destinasi budaya di era digital.