Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis praktik pemodelan proses bisnis serta penerapan transformasi digital pada toko kelontong Madura di Kota Solo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menggali tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pelaku usaha dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam sistem bisnis tradisional mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar toko kelontong masih mengandalkan sistem manual dalam pencatatan transaksi dan pengelolaan stok. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya literasi digital, resistensi terhadap perubahan, dan ketergantungan pada hubungan sosial yang kuat dengan pelanggan. Meskipun demikian, digitalisasi menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi operasional, seperti dalam pengelolaan persediaan dan pencatatan transaksi yang lebih akurat. Penelitian ini juga menemukan bahwa teknologi dapat digunakan tanpa mengurangi nilai-nilai sosial dan budaya lokal, yang menjadi kekuatan utama dalam menjalankan bisnis toko kelontong. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pelaku usaha diberi pelatihan literasi digital dan pendampingan dalam penerapan teknologi yang dapat memperkuat hubungan sosial dengan pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang bagaimana digitalisasi dapat diterapkan pada usaha tradisional dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya lokal.Keywords: Transformasi Digital, Business Process Modeling, Usaha Tradisional, Literasi Digital