ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan lahan terhadap intensitas perjalanan menuju Rumah Sakit Hermina Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pentingnya keterkaitan antara perencanaan tata ruang wilayah dan tingkat mobilitas masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan kuesioner kepada 84 responden, serta data sekunder dari pihak rumah sakit, seperti luas lahan, jumlah kamar, dan fasilitas parkir. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan lahan, yang mencakup tata letak, luas lahan, area parkir, fasilitas, serta aspek keamanan dan kenyamanan. Sementara itu, variabel terikatnya adalah tarikan perjalanan yang tercermin dari frekuensi kunjungan dan karakteristik perjalanan pengunjung.Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa penggunaan lahan memberikan pengaruh signifikan terhadap tarikan perjalanan, dengan model persamaan Y = 9,093 + 0,478X dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,200. Ini berarti bahwa 20% variasi dalam intensitas perjalanan dapat dijelaskan oleh kondisi penggunaan lahan, sementara 80% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil uji t dan uji F menunjukkan signifikansi di bawah 0,05, yang mengindikasikan bahwa hubungan antar variabel signifikan secara statistik. Faktor dominan yang memengaruhi tarikan perjalanan meliputi keamanan dan kenyamanan (34,8%), luas parkir (29,3%), dan tata letak lahan (28,8%). Kata kunci: tarikan perjalanan, tata guna lahan, rumah sakit, regresi linier.