Introduction: Limfedema pada kanker payudara merupakan kondisi ketika terganggunya sistem limfatik sehingga menimbulkan akumulasi cairan yang kaya dengan protein di ruang interstisial yang menyebabkan terjadinya pembengkakan. Kejadian ini akan merasakan nyeri, keterbatasan gerak, distorsi bentuk anggota tubuh, dan penurunan kemampuan fungsional pada ekstremitas atas pasien. Fisioterapis memiliki tujuan untuk menurunkan rasa nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, menurunkan bengkak, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien dengan pemberian modalitas dan intervensi lain.Case Presentation: Seorang pasien perempuan berusia 46 tahun mengeluhkan nyeri pada leher hingga jari-jari tangan sisi kiri ketika ditekan, keterbatasan gerak pada leher dan bahu sisi kiri, serta bengkak pada lengan sisi kiri. Pasien mempunyai riwayat 5 tahun lalu muncul benjolan pada payudara kiri dan ketiak, ketika menjalani kemoterapi pasien mulai merasakan bengkak pada lengan kiri yang kian membesar setiap harinya. Dilakukan pemeriksaan nyeri menggunakan NRS, kekuatan otot menggunakan MMT, lingkup gerak sendi menggunakan goniometer, oedema menggunakan midline, dan kemampuan fungsional menggunakan SPADI.Management and Outcome: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan observasional. Pasien mendapatkan intervensi berupa modalitas TENS, manual lymphatic drainage vodder (MLDV), stretching, dan mobilisasi sendi. Pasien mendapatkan terapi sebanyak 5 kali pertemuan dengan fisioterapis dan dilakukan evaluasi pada setiap pertemuannya. Hasil menunjukkan penurunan nyeri NRS. Rata-rata lingkup gerak cervical dan shoulder sinistra meningkat. Oedema lingkar lengan menurun. Kemampuan fungsional meningkat, skor SPADI dari 33,8% menjadi 28,4%. Namun, kekuatan otot regio cervical dan shoulder sinistra tidak menunjukkan peningkatan.Discussion: Kombinasi terapi TENS, MLDV, stretching, dan ROM terbukti efektif untuk menurunkan gejala lymphedema dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa intervensi fisioterapi multimodal dapat memperbaiki fungsi sistem limfatik, mengurangi nyeri akibat peradangan kronis, dan meningkatkan mobilitas pasien pasca kanker payudaraConclusion: Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi fisioterapi menggunakan modalitas TENS, stretching exercis, mobilisasi sendi, dan Manual Lymphatic Drainage Vodder (MLDV) selama 5 kali pertemuan efektif menurunkan nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, mengurangi oedema, dan meningkatkan fungsi pada kasus lymphedema et causa CA Mamae.