Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Inovasi Pemanfaatan Paralon sebagai Reflektor Jalan dalam Upaya Mewujudkan Lingkungan Berkendara yang Lebih Aman di Desa Soborejo Muhammad Nanda Jakaria; Wantoro Wantoro; Subuh Seno Aji; Dwi Krisdanarti; Yuli Susana; Ismi Kurnia Rahmadani; Urfani Syamuria Situmorang; Desi Serliani; Laeli Nur Khasanah; Siti Wulanti Uswaha; Cristine T Purba; Hizkia Natanael Richardo
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 6 (2025): November
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i6.7136

Abstract

Abstract. The innovation of using PVC pipes as road reflectors in the UNNES GIAT 13 community service program in Soborejo Village was designed to improve nighttime visibility in low-light rural traffic areas, especially at high-risk segments between Krajan and Mangli hamlets. The reflectors were constructed by reinforcing PVC pipes with a cement, sand and gravel mixture and applying bright paint and reflective stickers to enhance light retroreflection. Implementation results indicate that the reflectors provide strong structural stability, effective visibility, and function as a low-cost passive safety device suitable for rural conditions. These findings demonstrate that locally available materials and simple engineering techniques can offer a practical, replicable solution for improving passive road safety infrastructure. Keywords: Road Reflector, PVC Pipe, Driving Visibility, Passive Infrastructure, Community Service Program. Abstrak. Inovasi pemanfaatan paralon sebagai reflektor jalan dalam program KKN UNNES GIAT 13 di Desa Soborejo dikembangkan untuk meningkatkan visibilitas berkendara pada area minim penerangan, khususnya di titik rawan antara Dusun Krajan dan Dusun Mangli. Reflektor dirancang menggunakan paralon yang diperkuat dengan campuran semen, pasir, dan kerikil, kemudian dipadukan dengan cat berwarna kontras serta stiker reflektif untuk memaksimalkan pantulan cahaya. Hasil implementasi menunjukkan bahwa struktur reflektor memiliki stabilitas baik, daya pantul efektif, dan mampu berfungsi sebagai penanda jalan berbiaya rendah yang adaptif terhadap kondisi pedesaan. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan material lokal dan teknik rekayasa sederhana dapat menjadi alternatif solusi keselamatan pasif yang aplikatif serta mudah direplikasi pada lingkungan serupa. Kata Kunci: Reflektor Jalan, Paralon, Keselamatan Berkendara, Infrastruktur Pasif, KKN UNNES.
Hubungan Kebiasaan Penggunaan Smartphone terhadap Minat Belajar IPS Siswa SMP Negeri 10 Semarang Yuli Susana; Noviani Achmad Putri
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan penggunaan smartphone dan minat belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa SMP Negeri 10 Semarang dalam konteks meningkatnya intensitas interaksi digital pada generasi remaja. Penelitian ini diposisikan dalam kajian motivasi dan minat belajar pada era digital, dengan menempatkan smartphone sebagai variabel kontekstual yang berpotensi memengaruhi dinamika keterlibatan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 91 siswa. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kebiasaan penggunaan smartphone dan minat belajar IPS. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kebiasaan penggunaan smartphone cenderung diikuti penurunan minat belajar, meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah. Interpretasi utama penelitian ini menegaskan bahwa kebiasaan penggunaan smartphone bukan faktor determinan tunggal dalam membentuk minat belajar, melainkan salah satu variabel yang berinteraksi dengan faktor pedagogis dan psikologis lainnya dalam ekosistem pembelajaran.