Rambe, Deseka Vitta Fedelia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Krisis Pekerja Migran di Asia Tenggara: Studi Kasus Perlindungan Buruh Migran Indonesia di Kamboja Rambe, Deseka Vitta Fedelia; Afifah, Luthfiyah Hilza; Khairani, Fadila; Zahirah, Nabiilah Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis pekerja migran di Asia Tenggara mencerminkan ketimpangan sosial-ekonomi dan lemahnya perlindungan lintas negara. Studi ini menelaah perlindungan pekerja migran Indonesia di Kamboja sebagai gambaran persoalan tata kelola migrasi regional. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian menemukan faktor kerentanan seperti perekrutan informal, lemahnya pengawasan agen, serta implementasi perjanjian bilateral yang belum optimal. Meski ASEAN memiliki ASEAN Consensus 2017, pelaksanaannya masih belum efektif menjamin hak pekerja. Penelitian juga menyoroti peran diplomasi perlindungan KBRI Phnom Penh dalam menangani eksploitasi dan perdagangan manusia. Temuan ini menekankan perlunya harmonisasi kebijakan dan penguatan mekanisme perlindungan berbasis HAM untuk mewujudkan tata kelola migrasi yang lebih inklusif dan adil.
Krisis Pekerja Migran di Asia Tenggara: Studi Kasus Perlindungan Buruh Migran Indonesia di Kamboja Rambe, Deseka Vitta Fedelia; Afifah, Luthfiyah Hilza; Khairani, Fadila; Zahirah, Nabiilah Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis pekerja migran di Asia Tenggara mencerminkan ketimpangan sosial-ekonomi dan lemahnya perlindungan lintas negara. Studi ini menelaah perlindungan pekerja migran Indonesia di Kamboja sebagai gambaran persoalan tata kelola migrasi regional. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian menemukan faktor kerentanan seperti perekrutan informal, lemahnya pengawasan agen, serta implementasi perjanjian bilateral yang belum optimal. Meski ASEAN memiliki ASEAN Consensus 2017, pelaksanaannya masih belum efektif menjamin hak pekerja. Penelitian juga menyoroti peran diplomasi perlindungan KBRI Phnom Penh dalam menangani eksploitasi dan perdagangan manusia. Temuan ini menekankan perlunya harmonisasi kebijakan dan penguatan mekanisme perlindungan berbasis HAM untuk mewujudkan tata kelola migrasi yang lebih inklusif dan adil.