p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cahaya Edukasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Moral pada Cerpen “Dilalap dalam Lelap” Karya Miranda Seftiana Maulida Zahra, Siti
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral yang terdapat dalam cerpen "Dilalap dalam Lelap" karya Miranda Seftiana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa baca catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai moral yang berhubungan antara hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan hidup. Nilai-nilai ini digambarkan oleh tokoh-tokoh dalam cerita, seperti Abah, Uma, dan Lindung, serta interaksi mereka dengan lingkungan sekitar.
Faktor Terjadinya Campur Kode pada Mahasiswa saat Presentasi Maulida Zahra, Siti; Anggun Lestari , Olivia; Fatika Sari , Tika; Azhar Maulani , Muhammad; Noor Wahid, Seftiawan
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa faktor serta solusi dari campur kode yang terjadi pada mahasiswa saat presentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menjelaskan hasil data berupa deskripsi. Subjek penelitian ialah 10 responden dari mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2024 kelas A-1 dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang dibagikan kepada subjek penelitian dan kajian pustaka dari beberapa peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa pernah menggunakan campur kode saat presentasi, baik secara sadar maupun tidak. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini meliputi kebiasaan berbicara sehari-hari, penggunaan bahasa pertama, rasa gugup, serta kesulitan mencari kata yang tepat dalam bahasa Indonesia baku. Selain itu, penggunaan campur kode juga bertujuan agar audiens lebih mudah memahami apa yang disampaikan. Untuk mengatasinya, mahasiswa melakukan beberapa upaya seperti memperbaiki cara berbicara secara langsung, berlatih menggunakan bahasa yang lebih formal, serta meningkatkan kesadaran berbahasa melalui membaca dan berlatih berbicara.