Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prosedur Pemeriksaan Colon In Loop Dengan Klinis Tumor Colorectal Di Instalasi Radiologi RSUD DR Soehadi Prijonegoro Sragen Aulia Putri, Iga; Wati, Retno; Nur Istiqomah, Anisa
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): In-Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.160

Abstract

Latar Belakang: Instalasi Radiologi RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen memiliki perbedaan prosedur pemeriksaan colon in loop dan penggunaan media kontras dengan penelitian sebelumnya, Media kontras diberikan menggunakan spuit melalui kateter dengan volume kontras negatif yang lebih sedikit sekitar 800 cc, serta prosedur pemeriksaannya hanya menggunakan proyeksi Anterior Posterior dan Lateral. Perbedaan prosedur dan volume media kontras ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian dengan standar pemeriksaan serta alasan penerapan metode tersebut pada kasus tumor colorectal . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan colon in loop pada kasus tumor colorectal  serta menganalisis perbedaan penggunaan volume media kontras dibandingkan standar umum. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen pada Agustus 2024 – Juli 2025. Subjek dari penelitian ini adalah 3 Radiografer dan 1 Dokter Spesialis Radiologi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara langsung dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui  pengolahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Pemeriksaan colon in loop klinis tumor colorectal  di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dilakukan dengan persiapan pasien berupa diet rendah serat selama dua hari, pemberian obat urus-urus, makan terakhir pukul 19.00, serta puasa 6–8 jam sebelum pemeriksaan. Alat yang digunakan meliputi pesawat sinar-X, meja pemeriksaan, kaset 35x43 cm, kateter, spuit, media kontras barium sulfat, serta peralatan pendukung lainnya. Prosedur pemasukan kontras dilakukan dengan posisi pasien miring kiri, kateter dimasukkan ke dalam rektum, kemudian media kontras disuntikkan perlahan menggunakan spuit hingga mencapai volume ±800 cc. Pemeriksaan radiografi dilakukan dengan proyeksi AP dan lateral disertai perubahan posisi pasien untuk membantu distribusi kontras. Penggunaan volume media kontras negatif sebesar 800 cc disesuaikan dengan kondisi pasien tumor colorectal, bertujuan untuk mengurangi ketidaknyamanan dan risiko nyeri berlebih, namun tetap memberikan gambaran radiologis yang memadai terhadap colon distal. Kesimpulan: Prosedur pemeriksaan colon in loopklinis tumor colorectal mengalami modifikasi berupa penggunaan volume kontras lebih sedikit (±800 cc) dan pemasukan dengan spuit secara perlahan. Modifikasi ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi pasien dengan tumor colorectal, mengurangi risiko nyeri dan komplikasi, serta tetap menghasilkan gambaran radiologis yang jelas. Sebaiknya pada pemeriksaan colon in loop ditambahkan beberapa proyeksi seperti proyeksi RPO dan LPO untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Kata Kunci: Colon in loop, tumor colorectal, AP, Lateral