Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pemanfaatan Usaha Mikro Dalam Pengembangan UMKM Produk Makanan Olahan Tape di Kecamatan Taman Kota Madiun Ma’rufin, Ilham; Armisa, Ira; Hariyani, Diyah Ayu; Nursafitri, Mellynia Dwi; Andrian, Moh Nashir; Sari, Pinta Nur Ika; Pangestu, Renny Puji; Wati, Retno; Khofifah, Siti Nur; Narutama, Yusril Alam
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i1.309

Abstract

Proyek Kepemimpinan dilaksanakan di Kecamatan Taman Kota Madiun, merupakan program salah satu mata kuliah pendidikan profesi guru (PPG). Program ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan serta kepekaan mahasiswa dalam melihat dan menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat secara luas. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan observasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuatan donat tidak hanya dengan bahan baku kentang saja tetapi melainkan bisa menggunakan bahan baku berupa tape dan tape juga bisa dibuat menjadi stik. Hal ini membuat produk baru yang unik dan menarik minat beli masyarakat.
PEMERIKSAAN RADIOGRAFI LOPOGRAFI KOMBINASI COLON IN LOOP PADA KASUS PRO TUTUP STOMA (STUDI KASUS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UNS) Kamila, Azzahra Arimbi; Wati, Retno; Dewi, Sofie Nornalita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43079

Abstract

Pemeriksaan Lopografi dan Colon In Loop (CIL) merupakan prosedur radiologi untuk mengevaluasi bagian usus besar dengan memanfaatkan zat kontras yang dimasukkan lewat stoma atau anal. Pemeriksaan Lopografi dan CIL biasanya dilakukan untuk mendeteksi kanker colorectal, radang usus, serta saluran abnormal. Kanker usus menjadi penyebab utama tindakan pembuatan stoma. Stoma merupakan lubang yang diciptakan melalui prosedur bedah pada dinding abdomen untuk mengalihkan jalannya feses. Pada umumnya, pemeriksaan radiografi yang digunakan pada pasien dengan stoma adalah Lopografi atau CIL, sedangkan pada Tn D dengan kasus pro tutup stoma di Instalasi Radiologi Rumah Sakit UNS dilakukan pemeriksaan Lopografi terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan CIL. Penelitian bertujuan mengetahui prosedur kombinasi dan peranan ditambahkannya pemeriksaan CIL pada kasus pro tutup stoma. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dan berbasis studi kasus. Subjek penelitian 1 dokter pengirim, 1 dokter spesialis radiologi, dan 3 radiografer. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggunakan kombinasi Lopografi dan CIL metode double contrast dengan pemasukan lewat stoma dan anus. Pemeriksaan CIL berperan penting dalam mengevaluasi keseluruhan colon karena pasien hanya memiliki stoma proksimal dibagian ileum terminal. Kesimpulannya pemeriksaan ini berguna untuk menilai ileum dan colon secara keseluruhan  hingga mampu memperlihatkan jika terdapat kelainan di area lumen usus pasien sebelum tindakan penutupan stoma.
TEKNIK PEMERIKSAAN TEMPOROMANDIBULAR JOINT DENGAN KLINIS DISLOKASI MANDIBULA MENGGUNAKAN MODALITAS PANORAMIK DI RSUD DR. GONDO SUWARNO diwul, fransiska shania; Wati, Retno; Nasokah, Ildsa Maulidya Mar’atus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44679

Abstract

Temporomandibular Joint (TMJ) merupakan sendi kompleks yang memainkan peran penting dalam fungsi pengunyahan, penelanan, dan berbicara. Dislokasi mandibula dapat menyebabkan gangguan pada fungsi TMJ yang cukup signifikan, sehingga dibutuhkan pemeriksaan radiografi yang akurat untuk mendukung diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan TMJ pada pasien dengan klinis dislokasi mandibula menggunakan modalitas panoramik di RSUD dr. Gondo Suwarno. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua radiografer dan satu dokter spesialis radiologi, observasi langsung terhadap pelaksanaan prosedur pemeriksaan, dokumentasi hasil pemeriksaan, serta telaah literatur yang relevan, Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil temuan di lapangan dan teori yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan TMJ dilakukan dengan dua proyeksi, yaitu open mouth dan close mouth menggunakan pesawat panoramik. Pasien diposisikan duduk dengan kepala difiksasi, dan pencitraan dilakukan untuk melihat hubungan posisi condylus mandibula terhadap fossa temporomandibularis. Proyeksi close mouth menunjukkan posisi kondilus di dalam fossa, sedangkan proyeksi open mouth memperlihatkan pergeseran ke anterior yang mengindikasikan adanya dislokasi. Pemeriksaan panoramik ini dinilai praktis, cepat, dan memberikan dosis radiasi rendah. Namun, keterbatasan tetap ada, seperti kemungkinan distorsi gambar serta resolusi citra yang kurang optimal dibandingkan teknik konvensional. Meskipun demikian, radiografi panoramik tetap mampu memberikan gambaran diagnostik yang diperlukan dalam penanganan kasus dislokasi mandibula secara klinis.
UJI AKURASI TEGANGAN KELUARAN RADIASI PADA PESAWAT SINAR -X MERK MEDONICA DI RS PANTI NUGROHO SLEMAN Pratiwi, Arina Deryanti; Wati, Retno; Utami, Asih Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45495

Abstract

Pesawat sinar-X merupakan salah satu peralatan utama dalam pencitraan radiologi diagnostik. Uji kesesuaian bertujuan untuk menjamin pengoperasian pesawat sinar-X yang handal dan aman bagi pasien, pekerja, serta masyarakat. Salah satu contoh parameter uji kesesuaian pesawat sinar-X adalah akurasi tegangan tabung (kVp). Pada pesawat sinar-X merk Medonica di RS Panti Nugroho Sleman, pengujian akurasi tegangan keluaran radiasi terakhir dilakukan pada tahun 2020. Tujuan penelitian adalah melakukan evaluasi dan untuk memberikan rekomendasi yang diperlukan  guna memperbaiki atau menyesuaikan kinerja tabung sinar-X, jika ditemukan adanya ketidaksesuaian atau ketidakakuratan, sehingga memastikan alat berfungsi dengan optimal dan aman untuk digunakan. Metode  penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Uji akurasi tegangan tabung pesawat sinar-X menggunakan alat Raysafe yang telah dikalibrasi sebelumnya. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali pada parameter teknik yang sama (tegangan, arus, dan waktu eksposi) pengukuran dianalisis dengan menghitung nilai koefisien variasi (KV) untuk mengetahui tingkat ketidakteraturan output sinar-X yang dihasilkan dan membandingkan hasil pengujian apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai koefisien variasi dari tiga kali pengukuran berada dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh standar IAEA dan Permenkes RI, yaitu kurang dari 5%. Dengan demikian, pada pesawat sinar-X Medonica di RS Panti Nugroho Sleman memiliki tingkat akurasi luaran tegangan yang baik dan layak digunakan dalam pelayanan radiologi secara aman dan andal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kVp-ukur yang diperoleh pada hasil pengujian akurasi tegangan di RS Panti Nugroho Sleman masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh standar Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022, yaitu ±10% dari nilai yang diatur pada alat.
TEKNIK PEMERIKSAAN LOPOGRAFI PADA KLINIS VENTRAL HERNIA DI INSTALASI RADIOLOGI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG Nisa, Salsabila Aidatun; Dewi, Sofie Nornalita; Wati, Retno
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.49688

Abstract

Lopografi adalah pemeriksaan kolon menggunakan media kontras yang dimasukkan melalui kolostomi untuk mengevaluasi fungsi anatomi dan fisiologi kolon distal hingga anus, khususnya pada kondisi klinis ventral hernia. Di Instalasi Radiologi RSI Sultan Agung Semarang, prosedur lopografi pada kasus ventral hernia menggunakan media kontras water soluble dengan volume 400 ml dan perbandingan 1:6, yang berbeda dari teori umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan lopografi serta alasan penggunaan media kontras water soluble dengan volume dan perbandingan tersebut pada kasus ventral hernia di fasilitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan antara Oktober 2024 hingga Juli 2025. Subjek penelitian terdiri dari tiga radiografer dan satu dokter spesialis radiologi, sedangkan objek penelitian adalah teknik pemeriksaan lopografi pada ventral hernia. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka, kemudian dianalisis dengan tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan persiapan pasien hanya meliputi penandatanganan informed consent dan pelepasan benda logam. Proyeksi pemeriksaan menggunakan posisi AP, lateral, RPO, dan LPO. Media kontras water soluble dimasukkan melalui stoma dengan volume 400 ml perbandingan 1:6 tanpa menggunakan alat takar. Media kontras ini mudah diserap tubuh dan dikeluarkan melalui urin serta keringat. Volume dan perbandingan tersebut memungkinkan media kontras melewati kolon asenden hingga rektum dengan cepat tanpa adanya obstruksi. Kesimpulannya, penggunaan media kontras water soluble dipilih karena sifatnya yang mudah diserap dan diekskresikan, serta volume 400 ml dengan perbandingan 1:6 sesuai dengan letak kolostomi di distal kanan dan mencukupi untuk menyelimuti kolon.  
Gambaran Pengetahuan Orang Tua Pasien Pediatrik Mengenai Bahaya Radiasi Sinar-X di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Anisa, Anisa; Utami, Asih Puji; Wati, Retno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan radiologi bermanfaat menegakkan diagnosa suatu penyakit, namun terdapat bahaya merugikan yang ditimbulkan oleh radiasi sinar-x. Salah satu penerima dampak tersebut adalah pasien pediatrik dan orang tua pendamping apabila pasien non kooperatif pada pemeriksaan. Di RS PKU Muhammadiyah Bantul terjadi kecenderungan orang tua pasien pediatrik yang selalu ingin menemani anaknya pada saat pemeriksaan karena orang tua merasa khawatir dan pasien pediatrik merasa takut saat akan melakukan pemeriksaan radiologi tanpa mengetahui bahaya radiasi sinar-x. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua pengantar pasien pediatrik tentang bahaya radiasi sinar-x. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Instalasi Radiologi RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Waktu pengambilan data dari bulan Mei-Agustus 2024. Subjek penelitian terdiri 7 Orang tua pasien pediatrik. Pengambilan data penelitian menggunakan observasi awal, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian di analisis dengan reduksi data dari transkrip wawancara, disajikan dalam bentuk tabel kategorisasi, dilakukan perbandingan dalam bentuk narasi hingga di tarik kesimpulan. Penelitian menunjukkan sebagian besar informan hanya memahami radiologi sebatas pemeriksaan rontgen tanpa mengetahui risiko paparan radiasi sinar-X. Pengetahuan mengenai keselamatan radiasi sangat rendah, dan seluruh informan tidak mengetahui pentingnya penggunaan alat pelindung seperti apron timbal. Meski beberapa memahami tujuan pemeriksaan, namun pengetahuan efek jangka panjang dari radiasi sangat minim. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya edukasi tenaga medis dan tidak tersedianya media informasi visual yang memadai. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa orang tua pasien pediatrik kurang memahami mengenai radiologi secara umum, pemahaman tentang bahaya radiasi juga kurang paham dan tujuan pemeriksaan radiologi informan cukup memahami. Orang tua pediatrik paling tidak paham mengenai keselamatan radiasi namun cukup baik pemahamannya mengenai lampu indikator pada ruang radiologi. Saran peneliti sebaiknya radiografer memberikan edukasi singkat namun bermakna kepada orang tua pasien sebelum pemeriksaan dilakukan. Edukasi dapat disampaikan secara verbal, tertulis maupun melalui media seperti poster atau infografis diruang tunggu radiologi.
STUDI KASUS PROSEDUR PEMERIKSAAN LOPOGRAFI PADA KASUS CA RECTUM DI INSTALASI RADIOLOGI RSPAU dr. S. HARDJOLUKITO Wati, Retno; Gemilang , Anjas Fitria; Mukmin, Amril; MN, Ildsa Maulidya
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1984

Abstract

The lopographic examination procedure according to Bontrager, et al., (2014), Ballinger (2012), and Mulyati and Walidaeni (2019) uses Antero Posterior (AP), Lateral, Right Posterior Oblique (RPO), and Left Posterior Oblique (LPO) projections. Contrast media according to Bontrager, et al., (2014) and Kundagluwar, et al., (2016) barium sulfate, while at RSPAU dr. S. Hardjolukito AP and lateral projection, water soluble contrast media. This study aims to determine the procedure for lopographic examination in cases of rectal ca, the reasons for using water soluble contrast media and the reasons for using AP and lateral projections. This research is a qualitative descriptive case study approach at the Radiology Installation of RSPAU dr. S. Hardjolukito. Data collection starts from December 2022 to July 2023. Data collection is carried out by observation, documentation, interviews and literature. The research subjects were three radiographers and one radiologist. Data analysis namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that the lopographic examination procedure for cases of rectal cavities began with special preparations the day before the examination on a low-fiber diet, administration and fasting. Preparation of non-sterile and sterile materials, water soluble contrast media. Insert contrast media through the anus and stoma. The examination technique is BNO plain photo, AP post-contrast and Lateral post-contrast. The reason is that water soluble contrast media is easily absorbed by the body, easily excreted, and safe to use. The reason why the AP projection can see the entire colon is so that it can measure the distance from the tip of the rectum to the stoma. Lateral projection looks at the distance between the superior and inferior colon ends to be connected. It is recommended that a lopographic examination use a two-day low-fiber diet preparation, use fluoroscopy, colostomy equipment, and add RPO and LPO projections to see the flexures in order to increase the diagnostic value.
STUDI KASUS PEMELIHARAAN DAN KELAYAKAN ALAT PELINDUNG RADIASI LEAD APRON Wati, Retno; Agus, Mohammad Bimo Alfarel; Zen, Taufiq Fachruddin
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.2116

Abstract

Lead apron is one of the most important things as an individual radiation protection device in a Radiology Installation. At the Central Radiology Installation of the Orthopedic Hospital of Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, the last leak test was carried out in 2018 which was then carried out a feasibility test on the lead apron which was suspected of being damaged but still in use. This study aimed to determine the procedure for testing the suitability of lead apron, the results of testing the feasibility of lead apron, and the maintenance of lead apron. This research method applied a case study approach. This research was conducted at the Central Radiology Installation of Orthopedic Hospital of Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta from April 2022 to July 2022. The subjects of this study were 2 radiation protection officers and 1 medical physicist. Data collection was carried out by means of observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of the research was that the maintenance of lead apron at the Central Radiology Installation of Orthopedic Hospital of Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta can be in the form of storage and cleaning. In storage it was placed horizontally in a special lead apron rack, and several lead aprons are stacked, and cleaning was done by cleaning Pb with alcohol and wet tissue when visibly dirty. The results of the lead apron leak test showed that the lead apron 1,2,3,5,6,7 had unfit conditions. The author's suggestion is that lead aprons that are damaged and do not meet eligibility standards are immediately rejected or not used for the safety of staff or patient families and replaced with new lead aprons. To maintain the function and durability of the lead apron, more attention should be performed to maintenance methods.
Studi Kasus Tata Letak Ruang Radiologi terhadap Kinerja Pegawai di Instalasi Radologi RSI Siti Aisyah Madiun Tasya, Tasya; Astari, Fisnandya Meita; Wati, Retno
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2511

Abstract

Tata letak adalah elemen penting dalam perancangan fasilitas yang mendukung kelancaran proses pelayanan, termasuk di Instalasi Radiologi Siti Aisyah Madiun, yang menurut Permenkes Nomor 24 Tahun 2020 seharusnya memenuhi standar tertentu. Namun, tata letak ruang radiologi di tempat tersebut belum sesuai dengan ketentuan, seperti jaraknya yang jauh dari IGD, ICU, dan IBS, tidak adanya ruangan khusus untuk dokter dan radiografer, serta ukuran ruangan yang sempit yang mengganggu kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tata letak terhadap kinerja pegawai di instalasi tersebut, menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dari Mei hingga Agustus 2024, dengan melibatkan satu dokter spesialis dan tiga radiografer. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data dan transkrip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh empat faktor: struktur organisasi, kurangnya sumber daya manusia, kondisi lingkungan kerja, dan komunikasi internal. Untuk meningkatkan kinerja, disarankan agar tata letak ruang radiologi diperbaiki dengan mendekatkannya ke layanan lain, memperluas ukuran ruangan, dan menyediakan ruang khusus untuk dokter serta radiografer.
TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX TAMPAK CERVICAL KLINIS SUSPECT CROUP AND COUGH PEDIATRIC DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD dr. R. SOETIJONO BLORA Soraya, Gustiana Eva; Anggraeni, Ari; Wati, Retno
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5778

Abstract

Croup and cough (laryngotracheobronchitis) is an upper respiratory tract infection that causes swelling of the larynx and trachea. This condition typically resolves on its own with the use of analgesics or warm steam. However, if the swelling worsens, further treatment is required, including radiological imaging. Generally, the radiographic projections used for patients with clinical croup and cough are cervical upper airway AP (AnteroPosterior) and lateral views. At the Radiology Department of Dr. R. Soetijono General Hospital in Blora, patients with clinical croup and cough are examined using AP (AnteroPosterior) thoracic projections with a cervical view. This study aims to determine the technique and role of cervical thorax imaging in suspected croup and cough cases. The method used is qualitative with a case study approach. The study subjects include 1 radiology specialist and 3 radiographers. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study revealed that the examination technique used in clinical cases of suspected croup and cough at the Radiology Department of Dr. R. Soetijono General Hospital in Blora is the cervical axial cephalad 15º projection, combining two objects simultaneously. However, this projection has not been able to optimally play a role in diagnosing clinical cases of suspected croup and cough. In conclusion, the use of the AP cervical thoracic projection has not been able to optimally show narrowing in the larynx and trachea regions. ABSTRAKCroup and cough (laryngotracheobronchitis) adalah suatu infeksi saluran pernapasan atas yang menyebabkan pembengkakan pada laring dan trakea, penyakit ini biasanya dapat sembuh sendiri dengan penggunaan obat analgetik maupun uap hangat. Namun jika pembengkakan semakin parah maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut, salah satunya adalah pemeriksaan penunjang radiologi. Pada umumnya proyeksi radiografi yang digunakan pada pasien dengan klinis croup and cough adalah cervical upper airway AP (AnteroPosterior) dan lateral, sedangkan di Instalasi Radiologi RSUD dr. R. Soetijono Blora pada pasien klinis croup and cough menggunakan proyeksi AP (AnteroPosterior) thorax tampak cervical. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik dan peranan pemeriksaan thorax tampak cervical pada klinis suspect croup and cough. Metode menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian 1 dokter spesialis radiologi, dan 3 radiografer. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa teknik pemeriksaan yang digunakan dalam klinis suspect croup and cough di instalasi radiologi RSUD dr. R. Soetijono Blora adalah proyeksi thorax tampak cervical axial chepalad 15º dengan menggabungkan dua objek secara bersamaan, namun proyeksi tersebut belum mampu secara optimal berperan dalam mendiagnosis klinis suspect croup and cough. Kesimpulannya penggunaan proyeksi thorax AP tampak cervical belum mampu secara optimal untuk memperlihatkan penyempitan pada daerah laring dan trakea.