Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Work Engagement Karyawan sebagai Program Kerja Mahasiswa Magang di PT. Baruga Asrinusa Development Marwani Saputri; Rahman Abidin; Widyastuti; Nur Akmal
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): GJPM - Januari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i1.1901

Abstract

Work engagement merupakan salah satu aspek penting yang mencerminkan keterlibatan karyawan secara fisik, emosional, dan kognitif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat work engagement karyawan PT. Baruga Asrinusa Development pada tiga dimensi utama, yaitu vigor, dedication, dan absorption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan produksi yang berjumlah 45 orang, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) versi Indonesia yang terdiri dari tiga dimensi penilaian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui IBM SPSS untuk melihat nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase masing-masing dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement karyawan berada pada kategori sedang–tinggi, dengan nilai rata-rata skor total sebesar 46,53. Dimensi dedication menjadi aspek yang paling dominan, sedangkan vigor berada pada kategori moderat. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki keterlibatan emosional dan kognitif yang cukup baik dalam menjalankan pekerjaan, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan pada aspek energi dan ketahanan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan keterikatan kerja secara optimal.
TRANSFORMING LEARNING AT IJEN GEOPARK BONDOWOSO: A DEEP LEARNING APPROACH INTEGRATING SCIENCE, ECOLOGY, AND CULTURE IN THE MERDEKA CURRICULUM: Transformasi Pembelajaran Ijen Geopark Bondowoso: Pendekatan Deep learning yang Menghubungkan Sains, Ekologi, dan Budaya dalam Kurikulum Merdeka Wirawan, Gandung; Rahman Abidin
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 2 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i2.6801

Abstract

This study aims to examine the use of Ijen Geopark in Bondowoso, East Java as a learning space that supports deep learning within the implementation of the Merdeka Curriculum. Despite its strong potential, the educational use of geoparks is often limited, fragmented, and still dominated by tourism and conservation perspectives, with few studies explaining how geoparks function pedagogically to facilitate deep learning in school contexts. The geopark, consisting of geosites, biosites, and cultural sites, is therefore explored as a living laboratory that integrates science, ecology, and culture. This research employed a qualitative case study approach. Data were collected through field and classroom observations, in-depth interviews with teachers, students, and geopark managers, as well as document analysis, and were analyzed thematically through coding and categorization processes. The findings show that geopark-based learning strengthens students’ critical thinking, ecological awareness, collaboration, and meaningful conceptual understanding. In addition, learning activities encourage interdisciplinary connections and authentic learning experiences relevant to the Merdeka Curriculum. However, several challenges were identified, including unequal teacher readiness, limited facilities at some learning sites, and logistical constraints. In conclusion, Ijen Geopark has strong potential to function as a sustainable living laboratory that supports deep learning and interdisciplinary education. This study contributes to the development of a practical model of geopark-based deep learning and emphasizes the need for stronger institutional, pedagogical, and infrastructural support to optimize its implementation.