Sugar, Felix Riondi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsumerisme Dan Krisis Lingkungan: Tinjauan Kritis Pendidikan dan Spiritualitas Ekologis dalam Ensiklik Laudato Si Paus Fransiskus Sugar, Felix Riondi
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 21 No 2 (2025): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46494/psc.v21i2.567

Abstract

This paper discusses the concept of ‘Ecological Education and Spirituality’ introduced by Pope Francis in his encyclical Luadato Si and its relevance in criticising consumerism in today's world. The development of consumerism in people's lives has been accused of being one of the causes of the environmental crisis, particularly in terms of waste.  Therefore, the purpose of writing this article is to remind and correct the pattern of excessive consumerism in modern times based on the perspective of Pope Francis in the encyclical Laudato Si. To elaborate on all of this, the author uses a qualitative research method with literature review as a way to collect data and focuses on document studies. Thus, the material object of this research is consumerism, while the formal object is Pope Francis' perspective in the encyclical Laudato Si. From the study, the author found results that show the relationship between consumerism and life style, the use of social media and gadgets that contribute to changing the socio-economic psychology of society, and the influence of consumerism on the increasing population of waste. In addition, this article focuses on how the concept of ‘Ecological Education and Spirituality’ in Luadato Si can serve as a framework for changing consumptive worldviews, and also offers practical insights that can be adopted in the development of more inclusive and sustainable environmental policies in this modern era.
RELASI IMAN DAN AKAL BUDI: RESPONS TEOLOGI KRISTEN TERHADAP TANTANGAN EPISTEMOLOGIS POSITIVISME COMTE Sugar, Felix Riondi
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 2 (2026): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v6i2.356

Abstract

Keyakinan akan Allah Maha Kuasa merupakan fondasi utama dalam teologi Kristen yang menempatkan Allah sebagai pencipta, pengatur, dan penopang kehidupan. Namun, perkembangan filsafat modern, khususnya aliran positivisme yang digagas oleh Auguste Comte, menimbulkan tantangan signifikan terhadap legitimasi keyakinan teologis. Positivisme menolak pengetahuan yang tidak dapat dibuktikan secara empiris, sehingga memandang konsep Allah sebagai sesuatu yang abstrak dan tidak valid dalam kerangka ilmiah. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana iman umat Kristiani dapat dipertahankan di tengah dominasi pandangan ilmiah-rasional yang mengesampingkan dimensi teologis. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data dikumpulkan dan dianalisis dari berbagai sumber literatur, seperti karya-karya teologi Kristen, tulisan-tulisan filsafat positivisme, serta penelitian relevan terkait hubungan antara iman dan akal budi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep Allah Maha Kuasa tetap dapat dipertahankan secara teologis dalam konteks tantangan filsafat positivisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa, meskipun positivisme menolak legitimasi kebenaran metafisik, konsep Allah dalam iman Kristen tetap dapat dijelaskan secara holistik melalui pendekatan teologis, rasional, dan etis, yang melampaui batasan metode empiris. Iman dan akal budi tidak harus dilihat sebagai dua hal yang saling bertentangan, melainkan sebagai dimensi yang saling melengkapi dalam memahami kebenaran.