Awaludin, Mochamad Bashiir
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI FORTIFIKASI HIDROLISAT PROTEIN IKAN NILA PADA RENGGINANG: KAJIAN NILAI GIZI DAN PENERIMAAN SENSORIS Awaludin, Mochamad Bashiir; Kurniawati, Nia; Herawati, Titin
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.277-283

Abstract

Kurangnya pangan tradisional dengan kandungan protein tinggi mendorong eksplorasi ikan nila sebagai sumber protein lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan fortifikasi hidrolisat protein ikan nila (HPI) pada rengginang yang merupakan penganan yang terbuat dari beras ketan guna meningkatkan nilai gizi tanpa mengorbankan karakteristik fisik dan sensori. Metode penelitian menggunakan RAL, uji fisik (ekspansi volume) dan evaluasi sensoris oleh panelis. Data dianalisis menggunakan Friedman dan Bayes untuk menentukan preferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi 5% HPI merupakan rengginang yang optimal dengan ekspansi volume 261,0%, kadar protein 14,57% (peningkatan 116%), dan nilai sensoris rata-rata 7,3 pada skala 1-9 yang menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi dari panelis. Kadar air produk (8,1%) memenuhi standar camilan. Fortifikasi ini meningkatkan nilai nutrisi tanpa mengorbankan penerimaan konsumen, mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis bahan lokal. Penelitian ini menunjukkan potensi rengginang fortifikasi HPI sebagai camilan sehat, dengan rekomendasi untuk uji lanjutan mengenai stabilitas penyimpanan dan strategi pemasaran untuk adopsi pasar.
Model Pentahelix dalam Pengembangan Usaha Rengginang di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Awaludin, Mochamad Bashiir; Trimo, Lucyana; Sendjadja, Tuhpawana Priatna
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.20675

Abstract

The rengginang business in Ciparay Sub-district, Bandung Regency, holds significant economic potential as part of the MSME sector, yet faces various challenges such as limited capital, lack of management training, fluctuating raw material prices, and difficulties accessing modern markets, exacerbated by the impact of the COVID-19 pandemic. This study aims to identify the constraints, expectations, and solutions for developing the rengginang business through the Pentahelix approach, which involves collaboration among academics, government, business, community, and media. Employing a qualitative method with in-depth interviews of 104 rengginang entrepreneurs, field observations, and thematic analysis, the study found that the main constraints include limited capital, complex licensing processes, manual bookkeeping, dependence on weather, and weak digital marketing. Proposed solutions encompass capital assistance, management and digital marketing training, simplified licensing, and the establishment of an entrepreneur community to strengthen networks and innovation. The Pentahelix approach is expected to create synergy among stakeholders to enhance productivity and welfare of rengginang entrepreneurs sustainably.