Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan) untuk memastikan cakupan kesehatan universal bagi warga negara. Namun, program ini dirusak oleh klaim yang tertunda, yang menghambat penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas. Di Rumah Sakit X, sejumlah besar klaim masih tertunda, sehingga perlu dilakukan investigasi untuk mengetahui penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap status klaim tertunda BPJS Kesehatan pada layanan rawat jalan di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit X, yang melibatkan 100 pasien dengan klaim tertunda. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa kurangnya dokumentasi yang lengkap, formulir klaim yang tidak lengkap, dan informasi pasien yang tidak memadai merupakan faktor utama yang menyebabkan klaim tertunda. Selain itu, studi ini juga mengungkapkan bahwa inefisiensi administrasi rumah sakit, pelatihan tenaga kesehatan yang tidak memadai, dan komunikasi yang buruk dengan BPJS Kesehatan juga berkontribusi terhadap klaim yang tertunda. Studi ini mengidentifikasi beberapa faktor yang bertanggung jawab terhadap status klaim BPJS Kesehatan yang tertunda pada layanan rawat jalan di Rumah Sakit X. Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan dokumentasi, efisiensi administrasi, dan pelatihan tenaga kesehatan sangat penting untuk mengurangi klaim yang tertunda dan memastikan keberhasilan pelaksanaan program BPJS Kesehatan.