Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Digital dalam Manajemen SDM Kesehatan: Tinjauan Literatur tentang Aplikasi Teknologi untuk Staffing, Pengembangan Kompetensi, dan Retensi Tenaga Kesehatan Male, Minarti; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4336

Abstract

Transformasi digital merevolusi paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kesehatan, menawarkan solusi inovatif untuk tantangan kronis dalam staffing (penyusunan dan penjadwalan tenaga), pengembangan kompetensi, dan retensi tenaga kesehatan. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris dan konseptual terkini (2018-2023) mengenai penerapan teknologi digital dalam ketiga pilar utama manajemen SDM kesehatan tersebut. Metodologi mencakup pencarian ekstensif pada database PubMed/Medline, Scopus, Web of Science, dan CINAHL, yang mengidentifikasi 2.345 artikel, dengan 48 studi memenuhi kriteria inklusi setelah seleksi ketat. Hasil analisis tematik mengungkapkan bahwa teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan workforce analytics untuk penjadwalan prediktif berpotensi meningkatkan efisiensi alokasi tenaga, mengurangi kelelahan kerja (burnout), dan meningkatkan kepuasan staf. Dalam pengembangan kompetensi, platform e-learning adaptif dan simulasi Virtual Reality (VR)/Augmented Reality (AR) terbukti meningkatkan efektivitas pelatihan, retensi keterampilan klinis, dan aksesibilitas pendidikan berkelanjutan. Sementara itu, analitik prediktif dan aplikasi kesejahteraan digital (wellness apps) menawarkan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi risiko turnover dini dan meningkatkan keterlibatan (engagement) karyawan. Namun, diseminasi teknologi ini dibayangi oleh tantangan signifikan seperti resistensi pengguna, kekhawatiran etika terkait bias algoritma dan privasi data, serta kesenjangan infrastruktur dan kapabilitas digital, terutama di daerah terpencil. Kesimpulannya, keberhasilan transformasi digital dalam manajemen SDM kesehatan tidak semata-mata bergantung pada keunggulan teknis, tetapi pada pendekatan holistik yang secara seimbang mengintegrasikan aspek teknologi dengan penerimaan manusia, tata kelola etika, dan kesiapan budaya organisasi. Implikasi praktis menekankan urgensi investasi dalam literasi digital, pengembangan kebijakan tata kelola data yang transparan dan akuntabel, serta penerapan model desain partisipatif yang melibatkan tenaga kesehatan sebagai pengguna utama
Efektivitas Promosi Kesehatan Berbasis Media Digital dalam Pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja dan Dewasa Muda: Literature Review Sari, Elna; Saing, Fatmawati M; Sarumi, Rasniah; Albert, Albert; Sina, Wa; Male, Minarti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6872

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda yang memiliki kerentanan tinggi akibat perilaku seksual berisiko, rendahnya literasi kesehatan seksual, serta hambatan akses layanan. Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam strategi promosi kesehatan melalui media sosial, aplikasi kesehatan (mHealth), website edukatif, dan layanan konseling daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas promosi kesehatan berbasis media digital dalam pencegahan IMS pada remaja dan dewasa muda melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui pencarian artikel pada database ilmiah seperti PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dalam rentang 10–15 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi digital secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap positif terhadap perilaku seks aman, self-efficacy, serta niat dan penggunaan kondom. Intervensi yang berbasis teori perilaku seperti Health Belief Model (HBM), Theory of Planned Behavior (TPB), Social Cognitive Theory (SCT), Information–Motivation–Behavioral Skills Model (IMB), dan COM-B cenderung lebih efektif dibandingkan intervensi tanpa dasar teoretis. Media digital juga mampu mengurangi hambatan psikologis seperti stigma melalui anonimitas dan akses fleksibel. Namun, bukti mengenai dampak langsung terhadap penurunan angka kejadian IMS masih terbatas dan memerlukan penelitian longitudinal lebih lanjut. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan berbasis media digital merupakan strategi inovatif dan potensial dalam pencegahan IMS pada remaja dan dewasa muda, terutama jika dirancang secara interaktif, berbasis teori, serta terintegrasi dengan layanan kesehatan yang tersedia.