Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Manajemen Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Batalaiworu, Kab. Muna Rahmawati, Dewi; Male, Minarti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3543

Abstract

Penyakit hipertensi akan menjadi masalah yang serius jika tidak dikelola dengan baik, karena akan berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya seperti terjadinya penyakit jantung, gagal jantung kongestif, stroke gangguan penglihatan, dan penyakit ginjal. Manajemen hipertensi adalah salah satu usaha untuk menurunkan resiko beberapa komplikasi penyakit yang selalu mengancam penderita darah tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku manajemen hipertensi pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Batalaiworu dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 pasien yang diambil secara total sampling. Data dianalisa menggunakan analisa deskriptif. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa seluruh pasien hipertensi dengan penggunaan obat hipertensi kategori rendah (63,6%), Sebagian besar pasien hipertensi dengan aktifitas fisik kategori ringan (45,1%), Sebagian besar pasien hipertensi dengan manajemen stres kategori cukup (85,4%) serta Sebagian besar pasien hipertensi dengan manajemen nutrisi kurang (65,6%). Sehingga petugas medis untuk memberikan pelatihan dan edukasi tentang cara mengontrol dan hal yang harus diperhatikan pada pasien hipertensi dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Transformasi Digital dalam Manajemen SDM Kesehatan: Tinjauan Literatur tentang Aplikasi Teknologi untuk Staffing, Pengembangan Kompetensi, dan Retensi Tenaga Kesehatan Male, Minarti; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4336

Abstract

Transformasi digital merevolusi paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kesehatan, menawarkan solusi inovatif untuk tantangan kronis dalam staffing (penyusunan dan penjadwalan tenaga), pengembangan kompetensi, dan retensi tenaga kesehatan. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris dan konseptual terkini (2018-2023) mengenai penerapan teknologi digital dalam ketiga pilar utama manajemen SDM kesehatan tersebut. Metodologi mencakup pencarian ekstensif pada database PubMed/Medline, Scopus, Web of Science, dan CINAHL, yang mengidentifikasi 2.345 artikel, dengan 48 studi memenuhi kriteria inklusi setelah seleksi ketat. Hasil analisis tematik mengungkapkan bahwa teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan workforce analytics untuk penjadwalan prediktif berpotensi meningkatkan efisiensi alokasi tenaga, mengurangi kelelahan kerja (burnout), dan meningkatkan kepuasan staf. Dalam pengembangan kompetensi, platform e-learning adaptif dan simulasi Virtual Reality (VR)/Augmented Reality (AR) terbukti meningkatkan efektivitas pelatihan, retensi keterampilan klinis, dan aksesibilitas pendidikan berkelanjutan. Sementara itu, analitik prediktif dan aplikasi kesejahteraan digital (wellness apps) menawarkan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi risiko turnover dini dan meningkatkan keterlibatan (engagement) karyawan. Namun, diseminasi teknologi ini dibayangi oleh tantangan signifikan seperti resistensi pengguna, kekhawatiran etika terkait bias algoritma dan privasi data, serta kesenjangan infrastruktur dan kapabilitas digital, terutama di daerah terpencil. Kesimpulannya, keberhasilan transformasi digital dalam manajemen SDM kesehatan tidak semata-mata bergantung pada keunggulan teknis, tetapi pada pendekatan holistik yang secara seimbang mengintegrasikan aspek teknologi dengan penerimaan manusia, tata kelola etika, dan kesiapan budaya organisasi. Implikasi praktis menekankan urgensi investasi dalam literasi digital, pengembangan kebijakan tata kelola data yang transparan dan akuntabel, serta penerapan model desain partisipatif yang melibatkan tenaga kesehatan sebagai pengguna utama